Indotnesia - Seorang laki-laki di Italia terkonfirmasi positif HIV, Covid-19, dan monkeypox atau cacar monyet secara bersamaan. Sebelumnya, ia menghabiskan lima hari di Spanyol dan berhubungan seks sesama pria tanpa pengaman.
Melansir dari Daily Mail, kasus ini terungkap dari laporan yang diterbitkan oleh Journal of Infection. Kasus ini menjadi temuan pertama karena didiagnosis tiga penyakit sekaligus, yaitu HIV, Covid-19, dan cacar monyet.
Dari laman yang sama, diketahui pria tersebut berusia 36 tahun. Setelah kembali dari Spanyol, dia mengalami gejala seperti kelelahan, demam, dan sakit tenggorokan selama 9 hari.
Pria 36 tahun itu mulai mengalami ruam di lengan kirinya lalu disusul vesikel kecil yang muncul di tubuh, tungkai bawah, wajah, dan area bokong. Kemudian, luka ruam tersebut telah berkembang menjadi benjolan-benjolan kecil yang menyakitinya.
Dia kemudian dibawa ke unit penyakit menular di Rumah Sakit Universitas San Marco di Catania untuk mendapat perawatan. Setelah lesi kulitnya telah sembuh, mengeras, dan meninggalkan bekas luka kecil, pasien dipulangkan untuk melakukan isolasi.
Kasus ini kemudian menarik perhatian para peneliti terkait penyakit HIV, Covid-19, dan cacar monyet. Kombinasi tiga penyakit ini sekaligus belum terbukti dapat memperburuk kondisi pasien.
"Kasus ini menyoroti bagaimana gejala cacar monyet dan Covid-19 dapat tumpang tindih, dan menguatkan bagaimana dalam kasus koinfeksi, pengumpulan anamnestik, dan kebiasaan seksual sangat penting untuk melakukan diagnosis yang benar," kata para peneliti dari University of Catania dikutip dari Daily Mail.
Kasus ini pun menjadi bahan penelitian di dunia kesehatan agar dokter bisa mendorong tindakan pencegahan, mengingat pandemi Covid-19 dan cacar monyet masih terus terdeteksi.
Cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus langka dan dapat menular dari hewan ke manusia atau virus zoonosis. Ditemukan pertama kali di Kongo, Afrika Selatan, pada 1970, monyet menjadi inang utama virus monkeypox.
Baca Juga: Sidang Etik Ferdy Sambo, RR dan KM Bersaksi Langsung Bharada E Secara Virtual
Kemudian, penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran, kontak langsung dengan cairan tubuh, dan konsumsi olahan daging hewan kurang matang yang terkontaminasi virus tersebut.
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Aktivitas 'Rahasia' yang Hanya Ada di Bali Saat Nyepi
-
Bidik Nuklir dan Mineral Kritis, Bahlil Teken Kesepakatan Strategis dengan Jepang di Tokyo
-
Di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Senen, Hiburan Musik Jalanan Hibur Para Pemudik
-
Promo Spesial Hemat Satu Pekan di Alfamidi, Amankan Stok Beras dan Minyak saat Lebaran
-
5 Tips Penyelamat agar Baterai HP Tetap Awet Sepanjang Mudik Lebaran 2026
-
Pemudik Bisa Cek Kesehatan dan Ganti Oli di Selasar Fastron Rest Area KM 57
-
Nastar Singkatan dari Apa? Begini Sejarah Unik Hingga Jadi Ikon Idulfitri
-
Angkat Kisah Superhero yang Gagal Jadi Aktor, Wonder Man Adalah Miniseri Marvel Paling Berani!
-
Sengaja Biarkan Anaknya Nakal, Denise Chariesta: Itu Namanya Parenting Orang Kaya
-
Gus Ipul: PBNU Mulai Siapkan Agenda Muktamar Agustus 2026