- Kerusuhan pecah di Alice Springs, Australia, pada Jumat (1/5/2026) setelah warga menyerang tersangka pembunuhan bocah perempuan berusia lima tahun.
- Sekitar 400 massa bentrok dengan petugas di rumah sakit, mengakibatkan kerusakan fasilitas publik serta melukai polisi dan tenaga medis.
- Tersangka bernama Jefferson Lewis telah dipindahkan ke Darwin untuk menjalani proses hukum setelah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setempat.
Suara.com - Kerusuhan besar pecah di Alice Springs, wilayah Northern Territory, Australia, setelah polisi menangkap pria yang diduga membunuh bocah perempuan Aborigin berusia lima tahun bernama Kumanjayi Little Baby.
Ratusan warga turun ke jalan dan bentrok dengan aparat serta petugas darurat menyusul penangkapan tersangka.
Polisi menyebut sekitar 400 orang berkumpul di Rumah Sakit Alice Springs pada Jumat (1/5/2026), lokasi tersangka dibawa setelah dihajar warga hingga tak sadarkan diri.
Massa yang marah melempari petugas dengan berbagai benda dan membakar api di sejumlah titik.
Akibat kerusuhan tersebut, sejumlah polisi dan tenaga medis mengalami luka-luka.
Kendaraan polisi, ambulans, serta mobil pemadam kebakaran juga dilaporkan rusak, sementara aparat menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Komisioner Polisi Northern Territory, Martin Dole, mengatakan tersangka bernama Jefferson Lewis, 47 tahun, menyerahkan diri ke polisi setelah sebelumnya diduga menculik dan membunuh korban.
“Setelah menyerahkan diri, anggota komunitas di kamp tersebut memutuskan melakukan aksi main hakim sendiri terhadap Jefferson,” kata Dole dilansir dari Aljazeera.
Kumanjayi Little Baby dilaporkan hilang sejak Sabtu malam dari rumahnya di pinggiran Alice Springs. Jenazah bocah itu ditemukan pada Kamis setelah pencarian besar-besaran oleh ratusan warga di area semak belukar sekitar kota.
Baca Juga: Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?
Polisi mengungkap Jefferson Lewis sebelumnya pernah dihukum atas kasus kekerasan fisik dan baru saja dibebaskan dari penjara.
Demi alasan keamanan, tersangka telah dipindahkan ke Darwin dan diperkirakan akan segera didakwa dalam beberapa hari ke depan.
Perdana Menteri Anthony Albanese meminta masyarakat menahan diri meski memahami kemarahan publik atas tragedi tersebut.
Seruan serupa disampaikan para tetua Aborigin yang meminta warga menyerahkan proses hukum kepada aparat.
“Pria ini sudah ditangkap, dan sekarang kita harus membiarkan keadilan berjalan sambil berduka untuk Kumanjayi,” ujar juru bicara keluarga korban, Robin Granites.
Berita Terkait
-
Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?
-
Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi
-
Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif
-
Foto Kerang Berkode 86 47 Bongkar Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Lebih Menantang, AFF Punya Rencana Undang Australia untuk Piala AFF 2026
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Korban Sipil Perang AS-Israel vs Iran Terus Bertambah, 44 Pelaut Dilaporkan Tewas
-
Zionis Israel Terus Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, 12 Tewas, Anak-anak Jadi Korban
-
Tuduhan Amien Rais ke Prabowo Hoaks, Pemerintah Ancam Tempuh Jalur Hukum
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai