Indotnesia - Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di Tol Pejagan-Pemalang pada KM 253 pada hari Minggu (18/9/2022). Kejadian naas yang menyebabkan satu orang meninggal dunia itu diduga akibat asap pembakaran rumput di sekitar tol.
Mengutip dari Suara.com, hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Iqbal Alqudusy yang mengatakan bahwa kecelakaan dipicu oleh asap tebal pembakaran ilalang.
“Asap akibat pembakaran itu menyebabkan jalan menjadi gelap sehingga terjadi kecelakaan beruntun,” ungkap Iqbal.
Selain itu, indikasi lainnya penyebab kecelakaan beruntun tersebut yaitu salah satu kendaraan yang berada di posisi depan pandangannya terhalang oleh asap yang tebal. Karena itu, pengemudi melakukan rem mendadak sedangkan mobil di belakangnya tidak dalam kondisi siap sehingga menyebabkan tabrakan beruntun tersebut.
Asap atau kabut yang telah memang dapat mengganggu pengemudi dalam berkendara. Lalu, bagaimana seharusnya kita berkendara saat menemukan asap atau kabut tebal?
Melansir dari National Weather Service, saat mengemudi dalam kondisi berkabut 7 tips keselamatan berkendara yang harus diperhatikan.
1. Perlambat laju kendaraan
2. Buat kendaraan Anda terlihat oleh kendaraan lain (di belakang dan di depan) dengan menyalakan lampu sorot rendah yang berarti lampu belakang juga menyala.
3. Berikan jarak cukup jauh atau jarak aman pada kendaraan di depan dan belakang sebagai antisipasi rem mendadak atau perubahan pola lintas.
Baca Juga: Anak Pejabat Kejagung Meninggal Dunia Pada Kecelakaan Beruntun Tol KM 253
4. Jangan lupa gunakan lampu senja atau lampu kabut jika ada.
5. Jangan gunakan lampu sorot tinggi karena akan menyebabkan silau
6. Pastikan tetap berada di jalur yang benar dengan mengikuti garis jalan yang terlihat oleh pandangan mata.
7. Jika keadaan sangat darurat misal jarak pandang mencapai nihil, maka langkah terbaik adalah menyalakan lampu hazard. Cari tempat aman untuk berhenti. Matikan semua lampu kecuali lampu hazard dan setel rem darurat.
Demikian 7 tips keselamatan berkendaraan saat kondisi asap tebal atau berkabut tebal yang bisa dilakukan sebagai upaya mengantisipasi bahaya ketika di jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan