News / Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 13:57 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyampaikan keterangan terkait kelanjutan kasus SMA 72 Jakarta, Senin (10/11/2025). [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.
  • Insiden bermula dari taksi listrik yang mogok di perlintasan kereta hingga menyebabkan tabrakan beruntun.
  • Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan kelalaian manusia serta gangguan sistem yang mengakibatkan 16 orang meninggal dan 90 orang luka-luka.

Suara.com - Polisi tengah mendalami dugaan kelalaian manusia hingga gangguan sistem dalam kecelakaan maut KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Fokus pemeriksaan saat ini,  mengarah pada dua kemungkinan utama, yakni human error dan gangguan sistem komunikasi operasional.

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ujar Budi kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Taksi listrik hijau VinFast Xanh SM diduga jadi pemicu awal tragedi tabrakan beruntun KRL-KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (X/@iPopBase)

Insiden kecelakaan ini diketahui bermula saat sebuah taksi online listrik Green SM mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang di dekat Stasiun Bekasi Timur hingga tertabrak KRL.

Kondisi kecelakaan awal ini mengakibatkan laju KRL lainnya terhambat.

Tak lama kemudian, KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi, menyebabkan benturan keras dan kerusakan parah.

Hingga Rabu, 29 April 2026 siang total korban tercatat mencapai 106 orang.

Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang sudah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih dirawat. Sementara jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang, bertambah satu dari jumalah sebelumnya.

Baca Juga: Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” pungkas Budi.

Load More