Indotnesia - Es Teh Indonesia baru-baru ini menjadi sorotan. Produk minuman lokal itu mendapat kritik dari seorang warganet Twitter menyebut salah satu varian minumannya mengandung banyak gula karena rasanya yang terlalu manis.
Pemilik akun Twitter @Gandhoyy menyebut jika produk Es Teh Indonesia varian Chizu Red Velvet bukan minuman melainkan gula 3 kilogram yang dicampur dengan baking soda. Dia juga mengatakan bisa membuat anak-anak terkena diabetes.
Karena itu, banyak warganet yang penasaran dengan kandungan gula pada produk minuman tersebut. Mereka juga khawatir terhadap dampak mengkonsumsi gula yang terlalu banyak.
Lalu, sebenarnya berapa banyak gula yang boleh kita konsumsi per hari?
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, anjuran mengkonsumsi gula yaitu 10% dari total energi (200 kkal) atau setara dengan 4 sendok makan gula (50 gram) per orang per hari. Jumlah itu sesuai dengan kebutuhan harian kita.
Melansir Healthline, American Heart Association membedakan kebutuhan gula tambahan sesuai gender. Untuk pria maksimal 150 kalori per hari (37,5 gram) atau setara 9 sendok teh gula. Sementara, untuk wanita 100 kalori per hari (25 gram) atau setara 6 sendok teh gula.
Namun, mereka juga menyarankan untuk membatasi mengkonsumsi gula sebanyak 10% dari jumlah kalori harian atau setara dengan 50 gram gula.
Mengkonsumsi gula berlebih dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Sementara, manisnya gula juga dapat membuat seseorang kecanduan. Karena itu, disarankan untuk tidak mengkonsumsi gula tambahan, tetapi memenuhi kebutuhan harian dengan gula alami.
Gula tambahan adalah gula yang ditambahkan dalam produk makanan atau minuman. Biasanya berjenis gula meja biasa (sukrosa) atau sirup fruktosa tinggi. Pada label gizi produk kemasan, kandungan yang berakhiran ‘osa’ atau ‘ol’ biasanya termasuk gula tambahan.
Baca Juga: Apa itu Somasi? Surat yang Dilayangkan Es Teh Indonesia kepada Pelanggan yang Kritik Produknya
Sebaiknya hindari mengkonsumsi soda, permen, kue-kue, atau jus buah yang mengandung gula tambahan.
Sementara gula alami bisa diperoleh dari makanan seperti buah-buahan atau sayuran segar. Makanan mengandung air, serat, dan berbagai mikronutrien baik untuk dikonsumsi.
Mengutip dari Suara.com, salah seorang warganet mencari tahu kandungan gula dalam produk minuman Es Teh Indonesia. Kemudian diketahui produk minuman kemasan kecil mengandung 31 gram gula. Jumlah tersebut mendekati angka anjuran mengkonsumsi gula per hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Semifinal Liga Champions: Enrique Sesumbar Sebut PSG Lebih Baik dari Bayern Munich
-
XLSMART Perluas Jaringan 5G di 33 Kota, Fokus Tingkatkan Kecepatan Internet dan Layanan Digital
-
Beda Gaya Al Ghazali vs Dul Jaelani Ucap Selamat Nikah ke El Rumi, Ada yang Bongkar Momen PDKT
-
Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL
-
Bukan Snapdragon, Ini Alasan Mulia MU Ganti Sponsor Lawan Brentford
-
Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Tegaskan Dukung Investigasi
-
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini
-
Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan
-
Trauma dan Beban Mental yang Ditularkan Lewat Film Grave of the Fireflies
-
Belajar Selamatkan Bumi Sejak Sekolah: Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Generasi Muda