Indotnesia - Sebagian dari kita pernah keramas pada malam hari, kemudian lanjut tidur dengan keadaan rambut basah. Kemudian hal tersebut menimbulkan pertanyaan apakah hal tersebut berpengaruh pada kesehatan atau tidak.
Melansir Medical News Today, tidur dengan rambut basah dapat membuat seseorang sakit ternyata hanyalah mitos. Meski demikian, kamu harus tetap berpikir dua kali untuk langsung tidur setelah keramas.
Ada risiko lain, meski kamu nggak akan terkena demam atau flu karena rambut basah. Kalaupun kamu flu, hal tersebut disebabkan oleh virus yang masuk ke tubuh lewat hidung, mulut, dan mata, atau terkena droplet.
Berikut sejumlah risiko tidur dengan rambut basah, seperti dikutip dari Healthline:
Infeksi Jamur
Kamu sih nggak akan masuk angin, tapi tidur dengan rambut basah bikin kamu berisiko terkena infeksi jamur pada kulit kepala. Jamur seperti Malassezia bisa bikin ketombe muncul.
Harap diketahui, bantal tidur juga sarang jamur. Meski dapat tumbuh subur di lingkungan hangat, bantal yang basah juga bisa jadi tempat berkembang biak yang ideal untuk jamur.
Sebuah penelitian menemukan dalam satu bantal ditemukan 4 sampai 16 spesies jamur, termasuk fumigatus yang menyebabkan infeksi parah pada orang dengan imun rendah dan memperburuk gejala asma.
Dr. Chirag Shah, MD, dari Push Health, merekomendasikan agar setiap individu sebisa mungkin tidur dengan keadaan rambut kering.
Baca Juga: Bahas Kegelisahan, Ini Lirik Anti-Hero dari Taylor Swift dan Artinya dalam Bahasa Indonesia
Kerusakan Rambut
Jika rambutmu rusak, gampang patah, dan kusut, coba lihat kembali apakah kamu punya kebiasaan tidur dengan rambut basah.
Dokter kulit di New York City, Dr. Adarsh Vijay Mudgil, MD, mengatakan risiko utama yang lain adalah kerontokan rambut, terutama saat kita berguling-guling ketika tidur.
"Ini terutama jika rambut dikepang, yang justru menambah ketegangan pada batang rambut," katanya.
Kalau kamu tetap mau keramas pada malam hari, sebaiknya dilakukan 1-2 jam sebelum tidur. Dengan begitu, rambut bisa kering secara alami. Berikut rekomendasi cara mencegah kerusakan rambut menurut American Academy of Dermatologi:
- Gunakan conditioner setelah shampo
- Sisir lembut dengan sisir bergigi lebar
- Bungkus rambut dengan handuk sehingga dapat menyerap airnya
- Jangan menggosok rambut basah dengan handuk kering
- Jangan mengikat rambut ke arah belakang, tapi cukup dikuncir longgar saja
Kalaupun kamu terpaksa banget tidur dengan keadaan rambut basah, sebaiknya olesi dengan minyak kelapa untuk mencegah kerusakan rambut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Jadwal Operasional Kantor Pos dan Ekspedisi Pasca Lebaran 2026
-
Bacaan Niat Puasa Syawal 6 Hari dan Tata Caranya
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Dilarang Berlama-lama: Cara Mengambil Manfaat dari 'Wangsit Kamar Mandi'
-
Dengan BritAma dan Simpedes, BRI Bantu Keluarga PMI Kelola Kiriman Dana
-
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Milik Warga Siak
-
Almira Yudhoyono Lolos UI Jalur Scouting, Biaya Kuliahnya Bikin Kaget
-
Boleh Berhenti di Bahu Jalan Tol saat Arus Balik 2026, Tapi Cuma untuk Situasi Berikut
-
BRI Sediakan Kemudahan dalam Menerima dan Mengelola Kiriman Dana untuk Keluarga PMI
-
BRI Dampingi PMI, Bisnis Remitansi Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026