Indotnesia - Pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat acara diskusi Synergy Ngopi dengan Jababeka di Presiden University, Cikarang, Jawa Barat pada Jumat (21/10/2022) membuat publik heboh.
Ridwan Kamil memberikan pernyataan tentang infrastruktur LRT Palembang yang dianggapnya merupakan proyek gagal hingga berujung sepi penumpang.
Lebih lanjut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkap pembangunan transportasi kereta berstruktur ringan tersebut belum cukup penting dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Pernyataan itu lantas banjir komentar warga yang turut mengomentari hal tersebut lewat cuitan di Twitter hingga menjadi trending dengan tagar LRT Palembang, Senin (24/10/2022).
“LRT Jakarta ? Bukan, ini LRT Palembang. Lihatlah penumpang penuh sesak!,” tulis akun @yusuf_dumdum.
“Pemerataan moda transportasi umum modern sudah selayaknya tdk hanya hadir di Jakarta, tp hrs merata di seluruh daerah agar semua rakyat bisa merasakannya. Ini bukan soal bisnis, tp soal keadilan, “ tutupnya.
Setelah ramai dikritik publik, Ridwan Kamil lantas meminta maaf dan mengklarifikasi terkait pernyataannya tersebut lewat akun Instagram pribadinya @ridwankamil.
“Permohonan Maaf Kepada Warga Palembang. Jika poin diskusi Studi Pembangunan di Jababeka terkait studi-studi kasus transportasi dianggap kurang berkenan,” tulisnya.
“Kutipan Media tidak menampilkan urutan keseluruhan diskusinya secara utuh sehingga disalahpahami,” lanjut Kang Emil dalam keterangan foto yang diunggahnya tentang perbedaan LRT, MRT, dan KRL pada Senin (24/10/2022).
Baca Juga: Bright dan Win Umumkan Konser Side by Side Lewat Video Pendek Bak Film Action
Setidaknya ada 6 poin yang diungkapkan oleh Gubernur berusia 51 tahun itu terkait latar belakang konteks pernyataannya tentang LRT Palembang yang viral.
“Dalam diskusi, ada developer di bekasi-karawang tiba-tiba meminta dibangunkan MRT. Saya menjawab dengan berargumentasi:
1. MRT itu mahal sekali, 1 Triliun per KM. Tidak ada anggaran pemerintah daerah yang sanggup kecuali DKI mungkin.
2. Kedua populasi harus besar supaya penuh dan balik modal cepat.
3. Harus terkoneksi dengan feeder dan jaringannya harus luas.
4. Jika populasi sedikit nanti ada tantangan seperti LRT Palembang yang kondisi ridershipnya penumpang hariannya belum maksimal (berdasarkan penglihatan saya saat kunjungan terakhir).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha
-
Niat Mandi Idul Adha, Lengkap Tata Cara dan Waktu Terbaik Melaksanakannya
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Salat Idul Adha di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lokal, BMKG Minta Warga Waspada
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu