Indotnesia - Bangunan Pojok Benteng (Jokteng) Lor Wetan kembali dibongkar. Salah satu penanda keistimewaan Yogyakarta itu terlihat sedang dilepas tembok putihnya.
Diketahui Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dikelilingi oleh bangunan yang disebut benteng, salah satunya Jokteng Lor Wetan. Jokteng Lor Wetan terletak di bagian timur keraton atau di antara Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Ibu Ruswo.
Pada tahun 2020 lalu, pemerintah Yogyakarta telah selesai melakukan rekonstruksi bangunan Jokteng Lor Wetan. Bangunan yang sebelumnya terlihat lawas, berubah menjadi nampak bersih dan megah.
Tembok benteng diperbaharui catnya sehingga menjadi putih bersih. Tak lupa diberi taman yang diberi rumput dan tanaman serta lampu jalan sehingga Jokteng Lor Wetan muncul semakin apik.
Namun, belum lama ini terlihat pemandangan berbeda. Tempok Jokteng yang sebelumnya tercat putih kini nampak bangunan aslinya yang terbuat dari batu bata. Beberapa tumpukan lepasan tembok juga terlihat di sekitar benteng.
Para pekerja kelihatan nangkring di bangunan benteng untuk membuat perubahan. Beberapa scaffolding juga sudah berdiri menyanggah bangunan benteng.
Melihat pembangunan tersebut banyak warganet Twitter yang diduga merupakan masyarakat Jogja mengaku tidak mengerti. Melansir dari Twitter @titiknol_jogja, belum ada urgensi pembangunan benteng yang belum lama direvitalisasi.
“Wingi liwat kono kro mikir, bukane kui bangunan anyar kenopo dirombak meneh,” komentar warganet.
“Plesteran dinding isih wutuh, cat isih putih. Eeee...plesterane di onceki, trus di plester ulang,aci ulang,cat ulang. Memang penggunaan dana keistimewaan harus digunakan untuk pekerjaan yg istimewa seperti ini contohnya,” tulis warganet.
Baca Juga: 11 November Diperingati Sebagai Hari Jomblo Sedunia atau Hari Belanja?
“Urgensinya apa kalau boleh tau kok bangunan masih kokoh begitu??? Buang² danais,” sahut warganet lain.
“Jogja mbok diperhatikan lampu2 jalan di sepanjang RingRoad, kota terus yg diurusi padahal dah bagus,” tulis warganet lainnya.
“Jalanan di jogja tuh gelap lho, bisa anggaran dana dialihkan ke penerangan lalu lintas yang bermanfaat buat masyarakat.”
“Daripada ngono mending mbenerke sistem transportasi masal, saiki jogja wes tambah padet.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hasil Drawing Piala AFF U-19 2026, Timnas Indonesia Menghadapi Rival Klasik Vietnam
-
Drama Richard Lee vs Doktif Memanas, Saling Tuding Soal Penistaan Agama hingga Dugaan TPPU Mengemuka
-
Jerawat Punggung Muncul karena Apa? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II
-
Bek Timnas Jerman Niklas Sule Resmi Pensiun Akibat Cedera Kambuhan
-
Daftar Harga Facetology Sunscreen Terbaru 2026, Tawarkan Triple Care
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK
-
METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru
-
Shokz OpenFit Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Headphone Open-Ear Canggih dan Baterai 50 Jam
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh