News / Nasional
Kamis, 07 Mei 2026 | 17:19 WIB
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (kiri) mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (26/1/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Baca 10 detik
  • Immanuel Ebenezer membantah meminta motor Ducati kepada Irvian Bobby Mahendro dalam sidang gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta.
  • Noel mengklaim Bobby menawarkan motor tersebut sebagai inisiatif pribadi saat mereka berdiskusi terkait hobi kendaraan bermotor.
  • Sidang pada Kamis (7/5/2026) mengungkap motor yang diterima Noel tidak dilengkapi surat kendaraan dan dianggap terlalu besar.

Suara.com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel membantah pernah meminta sepeda motor Ducati Scrambler kepada Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3, Irvian Bobby Mahendro.

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait pengurusan sertifikasi K3 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Noel mengklaim justru Bobby yang menawarkan motor tersebut kepadanya.

"Waktu itu diskusi, dia cerita 'Pak Wamen, Pak Wamen hobi motor ya?' Saya bilang 'Nggak, saya nggak hobi motor'," kata Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).

"Terus berapa minggu kemudian temannya si Bobby selalu ngajakin saya tuh, yang hobi motor itu tuh, tim komunitasnya banget katanya. 'Pak udah Pak, cobain dulu kalau Bapak sreg, pakai. Kalau nggak, pulangi lagi' gitu," imbuhnya.

Dua Motor Besar Merek Ducati yang Disita KPK dari OTT Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer. (Foto: Ist)

Noel mengaku akhirnya menghubungi Bobby untuk menanyakan soal motor tersebut. Namun, ia mengklaim motor itu justru terlalu besar untuk dirinya.

"Akhirnya berapa minggu kemudian saya telepon 'Bob, motormu itu jadi kamu kasih ke saya?' 'Ya udah Pak, kirim aja alamatnya'. Saya kirim alamat saya. Ternyata tidak sesuai, kenapa? Motornya besar, saya jatuh," lanjutnya.

Dalam persidangan, jaksa KPK juga sempat mencecar Noel soal dugaan dirinya meminta motor yang cocok untuk dipakai. Namun Noel kembali membantah pernah mengucapkan hal tersebut.

"Pada waktu itu pada waktu membicarakan motor, itu inisiatif meminta motor itu dari saudara atau niat memberikan itu dari si Bobby?" tanya jaksa.

"Bobby. Bobby ngasih," jawab Noel.

Baca Juga: Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

Jaksa kembali mempertegas apakah Noel pernah bertanya soal motor yang cocok untuk dirinya.

"Apakah pernah bapak menanyakan ke Bobby, motor apa yang cocok buat saya?" ucap jaksa.

"Nggak pernah," sahut Noel.

"Saya ulangi lagi, pernah nggak bapak bertanya ke Bobby dan sebelum bertanya itu, bapak mengetahui bahwa Bobby suka motor. Pertanyaan saya, apakah bapak pernah menanyakan ini motor yang cocok buat saya seperti apa?" cecar jaksa.

"Tidak pernah," timpal Noel.

Tak hanya membantah meminta motor, Noel juga mengungkap Ducati Scrambler yang diterimanya disebut tidak memiliki surat-surat kendaraan.

Load More