/
Kamis, 24 November 2022 | 11:29 WIB
Aksi tutup mulut Timnas Jerman. (Twitter/DFB_Team_EN)

Indotnesia - Timnas Jerman melakukan aksi tutup mulut jelang kick off melawan Jepang dalam laga penyisihan grup Piala Dunia 2022, pada Rabu (23/11/2022).

Aksi tersebut lantas menjadi sorotan publik hingga banyak orang mempertanyakan tentang makna di balik gesture tutup mulut itu.

Ternyata, aksi tutup mulut skuad Jerman itu dilakukan sebagai bentuk protes lantaran adanya larangan untuk memakai ban kapten pelangi ‘One Love’ di Piala Dunia 2022.

Hal itu dijelaskan melalui akun Instagram resmi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).

“Kami ingin menggunakan ban kapten kami untuk mempertahankan nilai-nilai yang kami pegang di tim nasional Jerman yaitu keberagaman dan saling menghormati. Bersama dengan bangsa lain, kami ingin suara kami didengar," tulis pernyataan akun @dfb_team, Rabu (23/11/2022) dalam menanggapi aksi viral tutup mulut Timnas Jerman.

Diketahui, Jerman termasuk salah satu dari tujuh negara yang mendorong kampanye ‘One Love’ di Piala Dunia 2022, yaitu kampanye untuk mendukung keberagaman dan keberpihakan kepada kelompok LGBT+.

Pelarangan atribut ban kapten pelangi dalam Piala Dunia 2022 tak lepas dari peraturan tuan rumah Qatar yang mengatur kebebasan berbicara dan larangan keras bagi dukungan pelaku LGBT.

Jika ada pemain yang nekat mengenakan ban kapten ‘One Love’ saat pertandingan, bakal terancam sanksi kartu kuning.

Qatar selaku tuan rumah dalam perhelatan sepak bola akbar Piala Dunia 2022 juga melarang para pemain maupun penonton untuk meminum alkohol di dalam stadion.

Baca Juga: Jokowi Suntik Vaksin Keempat yang Berlaku Bagi Warga Berusia 60 Tahun ke Atas

Negara Islam itu juga mengatur larangan bagi pasangan di luar nikah untuk masuk ke kamar hotel yang sama.

Atas sejumlah aturan tersebut, Qatar sempat mendapatkan protes dari sejumlah negara-negara sekuler Eropa.

Meski begitu, peraturan yang diterapkan itu mendapatkan dukungan dari FIFA yang meminta seluruh kontestan menghormati tuan rumah Qatar.

Load More