/
Minggu, 27 November 2022 | 15:02 WIB
Terlalu lama atau terlalu sedikit tidur dapat menganggu fungsi kognitif seseorang. (Freepik/ senIvpetro)

Indotnesia - Akhir pekan menjadi waktu yang paling ditunggu oleh kebanyakan orang. Beberapa akan mengagendakan untuk bepergian, nongkrong bersama teman, kumpul keluarga, atau nonton bioskop. 

Tak jarang ada yang memanfaatkan hari Minggu untuk beristirahat atau tidur seharian. Akan tetapi, banyak yang menyebut kalau terlalu lama tidur bisa bikin cepat pikun. Benarkah?

Tidur memang kebutuhan alamiah tubuh yang harus terpenuhi secara teratur. Namun, ternyata durasi tidur dapat mempengaruhi fungsi otak seseorang.

Melansir Healthline, sebuah studi dari University of Miami Miller School of Medicine di Florida menyebutkan tidur lebih dari 9 jam semalam dapat meningkatkan demensia atau penurunan cara berpikir dan daya ingat.

“Tidur lebih dari 9 jam per malam dikaitkan dengan penurunan memori dan pembelajaran episodik, keduanya merupakan faktor risiko demensia.”

Sementara, penelitian lain mengatakan kelebihan atau kekurangan tidur hanya mempengaruhi kemampuan kognitif bukan ingatan seseorang.

“Studi tidur terbesar yang pernah ada menyimpulkan bahwa tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak berdampak negatif pada kemampuan kognitif kita, tetapi tidak pada ingatan jangka pendek kita.”

Hal itu diungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Western University’s Brain and Mind Institute di Kanada.

Penelitian itu juga mengungkap bahwa tidur 7-8 jam setiap malam dikaitkan dengan fungsi kognitif tertinggi. Sementara, durasi tidur yang lebih pendek dan lebih lama menyebabkan penurunan kinerja, seperti mengidentifikasi pola kompleks dan memanipulasi informasi untuk memecahkan masalah. Itu adalah kemampuan verbal yang terkena dampak paling signifikan.

Baca Juga: Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan Tubuh Mulai Bayi hingga Dewasa?

So, daripada akhir pekan dimanfaatkan untuk tidur seharian yang ternyata tidak terlalu baik untuk fungsi kognitif, maka tidur secara cukup dan melakukan aktivitas yang dapat merefresh pikiran kita lebih baik untuk dilakukan.

Load More