/
Kamis, 01 Desember 2022 | 18:30 WIB
Jessica Stern utusan hhusus AS bidang LGBTQI+. (state.gov)

Indotnesia - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak utusan khusus AS Bidang LGBTQI+ Jessica Stern berkunjung ke Indonesia bulan depan. 

"MUI menyatakan menolak dengan tegas kehadiran dari utusan khusus tersebut," kata Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022).

Penolakan tersebut disampaikan karena kunjungan itu dianggap dapat merusak nilai luhur agama dan budaya Indonesia.

Jessica direncanakan datang ke Indonesia pada 7-9 Desember 2022 untuk bertemu pemerintah dan perwakilan rakyat. Kunjungannya dalam rangka membahas Hak Asasi Manusia (HAM) kaum LGBTQ+. 

"Utusan Khusus Amerika Serikat untuk memajukan hak asasi manusia (HAM) LGBTQI+ Jessica Stern akan melakukan perjalanan ke Vietnam mulai tanggal 28 November-2 Desember, ke Filipina tanggal 3-6 Desember dan ke Indonesia 7-9 Desember," tulis Pemerintah AS seperti dikutip dari state.gov.

Lalu, siapa sosok Jessica Stern?

Jessica Stern adalah sarjana dan akademisi Amerika di bidang terorisme. 

Saat ini pemilik nama lengkap Jessica Eve Stern itu menjabat sebagai Utusan Khusus AS untuk Memajukan Hak Asasi Manusia Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer, dan Interseks (LGBTQI+) yang ditunjuk langsung oleh Presiden Joe Biden.

Sebelum melakukan kunjungan ke beberapa negara Asia kali ini, Stern pernah bertugas untuk kerja yang sama. Pada 4 Februari 2021, dia mengawasi implementasi Memorandum Presiden tentang Memajukan Hak Asasi Manusia LGBTQI+ di Seluruh Dunia.

Baca Juga: Jogja Trending di Twitter, Tameng Sakti Falsafah Nrimo Ing Pandum Dibahas Netizen

Stern juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif yang memimpin organisasi HAM LGBTQI+ global terkemuka OutRight Action International selama sepuluh tahun. Itu dilakukannya sebelum bergabung dengan Departemen Luar Negeri Amerika.

Selain itu, dia memang sudah berkecimpung di isu kemanusiaan sejak awal karirnya. Stern peneliti di Human Rights Watch, Ralph Bunche Fellow di Amnesty International, direktur program di Pusat Hak Konstitusional, Human Rights Watch, dan asisten profesor di School of International & Public Affairs Universitas Columbia.

Tak hanya itu, Utusan Khusus Stern juga banyak membuat tulisan yang berhubungan dengan keahliannya tersebut. Salah satu karya bukunya berjudul ISIS: The State of Terror (2015), ditulis bersama J.M. Berger.

Beberapa penghargaan juga dianugerahi kepadanya, seperti penghargaan dari Attitude Magazine, Crain's New York Business, Gay City News, dan Metropolitan Community Church.

Load More