Indotnesia - Selandia Baru kini menghadapi ancaman baru karena stok telur yang menipis. Harga telur pun melonjak tinggi. Tak hanya itu, keberadaan makanan penutup yang menjadi favorit warga, pavlova, berada dalam risiko.
Laporan BBC, Sabtu (14/1/2023), rak-rak di supermarket Negeri Kiwi terpantau kosong. Sementara, sejumlah toko membatasi jumlah telur yang dapat dibeli oleh konsumen.
Direktur Eksekutif Federasi Produsen Telur di Selandia Baru, Michael Books, mengatakan saat ini nggak ada cukup ayam di negaranya untuk memenuhi permintaan pelanggan.
"Saat ini ada 3,5 juta ayam petelur. Tapi dibutuhkan 3,9 juta untuk memastikan pasokan aman," katanya.
Seorang pembuat roti Kylie Harvey, sekaligus pemilik Khaos Cakery di Auckland, biasanya menggunakan 480 butir telur per minggu. Tapi, sekarang dia harus berburu telur untuk mendapatkan stok yang cukup.
"Kami belum bisa mendapatkan telur dari pemasok besar kami yang biasanya, jadi kami pergi ke supermarket," ujarnya.
Tanpa telur-telur yang cukup, Harvey nggak bisa bikin salah satu hidangan paling populer di Selandia Baru, pavlova. Seperti diketahui, makanan penutup itu berbahan dasar putih telur.
Selain itu pemilik Cowell's, Matthew Heaton, juga mengatakan tanpa putih telur, nggak ada cara lain untuk membuat pavlova klasik. Menurutnya, harga makanan penutup itu juga bisa terkerek naik.
"Kalau terus menaikkan harga, tiba-tiba permintaan bisa turun," tuturnya, seperti dikutip dari NZ Herald.
Baca Juga: American Born Chinese di Disney+ Hadirkan Michelle Yeoh Sebagai Dewi Kwam Im
Terus apa sih penyebab stok telur di Selandia Baru menurun? Ternyata terkait dengan larangan penggunaan baterai pada peternakan ayam, terutama ayam yang dikurung dalam kandang.
Federasi Produsen Telur menyatakan lebih dari 75% peternak harus mengubah metode peternakan atau usaha mereka akan hancur karena larangan tersebut.
Pavlova adalah makanan penutup tradisional khas Selandia Baru dan Australia. Menurut Tasting Table, kedua negara mengklaim hidangan manis tersebut.
Orang Australia beranggapan resep pavlova pertama dibuat di sebuah hotel di Perth, sementara orang Selandia Baru juga mengklaim cerita serupa terjadi di negara mereka.
Pada kenyataannya, nggak ada satu pun dari kedua negara itu yang pertama membuat pavlova. Malah di negara lain seperti Suriah dan Austria punya makanan yang mirip dengan pavlova.
Meski demikian, pavlova klasik tetap menjadi favorit di kedua negara itu. Bahan-bahan yang dibutuhkan sangat simpel, yakni putih telur yang dikocok dan gula. Pavlova biasanya dihiasi dengan buah segar dan dimakan saat musim panas atau acara-acara khusus.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?