Indotnesia - Chiki ngebul alias Chikbul merupakan jajanan yang digandrungi masyarakat, terutama anak-anak.
Chikbul adalah makanan berupa chiki yang diberikan liquid nitrogen (N2) sehingga memiliki efek asap pada jajanannya.
Namun, meski terbilang unik makanan ini belum sepenuhnya aman, karena bisa menyebabkan keracunan.
Sebelumnya, dua bocah di Berbah, Sleman, Yogyakarta berusia 5 dan 7 tahun diduga keracunan chikbul. Mereka sempat mengalami mual dan pusing sehingga harus mendapat perawatan medis.
Menanggapi kasus tersebut, Kepala Badan Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY Trikoranti Mustikawati melarang penjualan ice smoke snack alias chikbul.
Upaya tersebut dilakukan sambil menunggu kajian yang dilakukan Kemenkes dan BPOM terkait kebijakan regulasi jajanan viral tersebut.
"Kami minta (para pedagang) untuk tidak berjualan (chikbul) dulu sampai kajian yang dilakukan oleh Kemenkes dan BPOM selesai dan dikeluarkan regulasi terkait hal ini," kata Trikoranti seperti dikutip dari Suara.com.
Selain itu, Trikoranti juga mengatakan BPPOM bersama Dinkes DIY akan melakukan pengawasan serta pembinaan kepada para penjual.
Dari pengawasan yang dilakukan di sejumlah titik, seperti sekolah, pasar malam, mall, dan tempat ramai ditemukan penjual chikbul di dua lokasi.
Baca Juga: Lampu Merah Pingit Jogja Jadi Salah Satu yang Terlama di Indonesia, Mana Lagi?
Sementara, pembinaan dilakukan untuk mengedukasi serta mengingatkan bahaya kandungan liquid nitrogen (N2) pada makanan cepat saji, apalagi jika dilakukan tidak sesuai aturan.
Apalagi, adanya korban chikbul bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya seorang anak kecil tubuhnya terbakar usai mengkonsumsi ice smoke snack. Tak hanya itu, ada juga yang mengalami rupture lambung.
Karena pada dasarnya, liquid N2 digunakan sebagai bahan penolong pangan, yaitu pembeku cepat atau freezing agent seperti pada pembuatan es krim. Jadi, apabila dikonsumsi secara langsung sangat berbahaya.
"Kami akan terus melakukan pembinaan dan berkerja sama dengan lintas sektor terkait," katanya.
Trikoranti berharap, setelah proses pengawasan dan pengkajian nantinya produk akhir tidak mengandung liquid N2.
"Pada produk akhir harus ada upaya untuk menghilangkan residu LN2 pada produk akhir," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Antusias Warga Aceh Tamiang Halal Bihalal dengan Prabowo: Terima Kasih Pak!
-
5 Minuman Alami Penurun Kolesterol usai Santap Lemak Lebaran
-
Prabowo Lebaran di Aceh Tamiang: Pemulihan Pascabencana Hampir 100 Persen, Warga Sudah Keluar Tenda
-
Prabowo Salat Idul Fitri 1447 H di Aceh Tamiang, Disambut Takbir Ribuan Jemaah
-
Kapan Mulai Puasa Syawal? Ini Penjelasan Waktu yang Dianjurkan
-
7 Perbedaan Oppo Find N6 vs Samsung Galaxy Z Fold 7, Mana Smartphone Lipat Paling Layak Dipilih?
-
Viral Pegawai Loket PN Jakpus Sibuk Main Game Saat Tugas Pelayanan
-
Open House Istana Diserbu Warga, Antre Halal Bihalal dengan Presiden Prabowo
-
Open House Istana Diserbu Warga, Antre Halal Bihalal dengan Presiden Prabowo
-
John Wick Chapter 3 - Parabellum: Nyawa Keanu Reeves Jadi Buruan, Malam Ini di Trans TV