/
Rabu, 05 April 2023 | 11:54 WIB
Mengenang Boenjamin Setiawan yang dinobatkan sebagai orang terkaya ke-8 RI. (Instagram/beatricesusanto)

Indotnesia - Kabar duka datang dari dunia kesehatan, Boenjamin Setiawan yang dikenal sebagai dokter terkaya di Indonesia sekaligus salah satu pendiri PT Kalbe Farma meninggal dunia di usia 80 tahun, pada Selasa (4/4/2023).

Rencananya, jenazah Boenjamin akan dimakamkan di kompleks pemakaman Sandiego Hills, pada Sabtu (8/4/2023) dan saat ini masih disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto.

Semasa hidupnya, pria yang akrab disapa Dokter Boen ini sempat dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai orang terkaya nomor 8 di Indonesia.

Untuk kembali mengenang sosok Boenjamin Setiawan, berikut profil lengkap dan jejak kariernya semasa hidup.

Profil Boenjamin Setiawan

Boenjamin Setiawan adalah dokter yang lahir pada 23 September 1933 di Tegal, Jawa Tengah 

Kesuksesan Dokter Boen sebagai tenaga kesehatan sekaligus pengusaha tak lepas dari semangat belajarnya.

Saat muda, ia dikenal sebagai seorang anak yang cerdas dan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) pada 1958.

Setelah menempuh pendidikan di UI, Boen muda melanjutkan pendidikan doktoral ke Universitas California dan mengajar di almamaternya.

Baca Juga: Lirik Lagu Tak Segampang Itu yang Dinyanyikan Salma Indonesian Idol 2023

Hingga pada 1961, ia melakukan penelitian tentang obat kencing manis dan darah tinggi, lalu mencari pendanaan dengan mengajukan proposal kepada Wim Kalona pendiri PT Dupa.

Sayangnya, proposal tersebut ditolak dan pengusaha tersebut menyarankan agar Boen membuat perusahaan sendiri agar penelitiannya dapat berjalan lebih lancar.

Dari saran tersebut, kemudian didirikanlah perusahaan obat bernama PT Farmindo pada 1963 yang didirikan Boen dengan beberapa temannya.

Perusahaan yang menjadi cikal bakal PT Kalbe Farma itu mulanya memproduksi salep, tetapi hanya mampu bertahan selama 3 tahun.

Setelah kurang modal dan kesulitan dalam memasarkan produk, perusahaan tersebut lantas gulung tikar.

Tak menyerah begitu saja, Boen kemudian bekerja sama dengan saudaranya sesama dokter, Khouw Lip Keng, Khouw Lip Swan, Fransiscus Bing Aryanto, dan temannya ahli farmakologi dalam mendirikan pabrik obat bernama Kalbe Farma pada 10 September 1966.

Load More