Indotnesia - Kasus Covid-19 kembali merebak di Indonesia, bahkan ada temuan baru yang menunjukkan adanya infeksi dari strain virus XBB.1.16 atau sub-varian dari Omicron yang diberi nama Arcturus.
Varian tersebut telah menyebabkan peningkatan besar kasus Covid-19 di India. Bahkan, negara itu sudah bertindak dengan meningkatkan tes Covid-19, setelah kasus hariannya menjadi tertinggi sejak September 2022.
Melansir The Straits Times, Kamis (13/4/2023), Arcturus pertama kali terdeteksi pada akhir Januari 2023 dan merupakan varian rekombinan dari BA.2.10.1 dan BA.2.75, dua turunan dari varian Omicron BA.2 lainnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan subvarian ini memiliki satu mutasi tambahan pada protein spike. Dalam penelitian di laboratorium, mutasi ini menunjukkan peningkatan infektivitas dan potensi peningkatan patogenisitas.
Penelitian di University of Tokyo menyebutkan Arcturus lebih menular hampir 1,2 kali dibandingkan XBB.1.5 atau Kraken. Meski demikian, subvarian ini dianggap nggak lebih parah ketimbang XBB.1.5.
Lalu, apa saja gejala terinfeksi Arcturus?
Ada beberapa gejala-gejala dari Arcturus yang pernah dilaporkan ke pelayanan kesehatan, antara lain:
- Demam yang meningkat secara bertahap. Demam biasanya berlangsung selama satu atau dua hari.
- Sakit kepala
- Nyeri pada tubuh
- Rasa tidak nyaman di perut
- Sakit tenggorokan
- Konjungtivitis atau mata merah
- Mata lengket
Melansir The Hindustan Times, Dokter Anak dan Mantan Kepala Komite Imunisasi Akademi Pediatri India, Dr. Vipin Vashishtha, mengatakan varian tersebut juga menyebabkan batuk dan mata merah yang gatal.
Peneliti di Truhlsen Eye Institute menyebut gejala konjungtivitis yang dialami pasien meliputi mata berair, kemerahan, bengkak, nyeri atau iritasi, gatal, dan keluar cairan.
Baca Juga: Serial Harry Potter Diproduksi, JK Rowling Jadi Produser Eksekutif
Selain India dan Indonesia, Arcturus juga telah terdeteksi di Amerika Serikat, Singapura, dan Australia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
5 Face Wash Anti-Aging untuk Kurangi Kerutan Usia 40 Tahun agar Wajah Tampak Muda
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Ciri-Ciri Sunscreen Kedaluwarsa, Ini Risikonya kalau Tetap Dipakai
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026