/
Kamis, 13 April 2023 | 19:22 WIB
Varian dari strain virus XBB.1.16 atau sub-varian dari Omicron atau Arcturus telah masuk Indonesia. (Pexels-Polina Tankilevitch)

Indotnesia - Kasus Covid-19 kembali merebak di Indonesia, bahkan ada temuan baru yang menunjukkan adanya infeksi dari strain virus XBB.1.16 atau sub-varian dari Omicron yang diberi nama Arcturus.

Varian tersebut telah menyebabkan peningkatan besar kasus Covid-19 di India. Bahkan, negara itu sudah bertindak dengan meningkatkan tes Covid-19, setelah kasus hariannya menjadi tertinggi sejak September 2022.

Melansir The Straits Times, Kamis (13/4/2023), Arcturus pertama kali terdeteksi pada akhir Januari 2023 dan merupakan varian rekombinan dari BA.2.10.1 dan BA.2.75, dua turunan dari varian Omicron BA.2 lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan subvarian ini memiliki satu mutasi tambahan pada protein spike. Dalam penelitian di laboratorium, mutasi ini menunjukkan peningkatan infektivitas dan potensi peningkatan patogenisitas.

Penelitian di University of Tokyo menyebutkan Arcturus lebih menular hampir 1,2 kali dibandingkan XBB.1.5 atau Kraken. Meski demikian, subvarian ini dianggap nggak lebih parah ketimbang XBB.1.5.

Lalu, apa saja gejala terinfeksi Arcturus?

Ada beberapa gejala-gejala dari Arcturus yang pernah dilaporkan ke pelayanan kesehatan, antara lain: 

  • Demam yang meningkat secara bertahap. Demam biasanya berlangsung selama satu atau dua hari.
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada tubuh
  • Rasa tidak nyaman di perut
  • Sakit tenggorokan
  • Konjungtivitis atau mata merah
  • Mata lengket

Melansir The Hindustan Times, Dokter Anak dan Mantan Kepala Komite Imunisasi Akademi Pediatri India, Dr. Vipin Vashishtha, mengatakan varian tersebut juga menyebabkan batuk dan mata merah yang gatal.

Peneliti di Truhlsen Eye Institute menyebut gejala konjungtivitis yang dialami pasien meliputi mata berair, kemerahan, bengkak, nyeri atau iritasi, gatal, dan keluar cairan.

Baca Juga: Serial Harry Potter Diproduksi, JK Rowling Jadi Produser Eksekutif

Selain India dan Indonesia, Arcturus juga telah terdeteksi di Amerika Serikat, Singapura, dan Australia.

Load More