Indotnesia - Indonesia terkenal dengan beragam budaya dan tradisi, terkecuali dengan yang dilakukan warga Bromo Tengger. Mereka selalu merayakan Upacara Yadnya Kasada.
Kasada adalah upacara bagi agama Hindu yang berada di Pulau Jawa.
Sementara Yadnya Kasada merupakan upacara persembahan kepada Sang Hyang Widh dan para leluhur yang dilakukan setahun sekali tiap bulan ke-12 (Kasada) atau hari ke-14 dalam penanggalan tradisional Hindu Tengger.
Dalam Upacara Yadnya Kasada disediakan sejumlah sesajen atau sesaji. Persembahan tersebut biasanya berupa makanan atau hasil pertanian dan ternak, seperti sayur-sayuran, ayam atau kambing.
Sesajen ini nantinya dilarungkan ke dalam Kawah yang Gunung Bromo sebagai bentuk persembahan kepada Dewa Brahma. Sementara upacaranya dilakukan di Poten (tanah lapang) lautan pasir dan Kawah Gunung Bromo.
Tradisi ini dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Bromo Tengger sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Selain itu juga diharapkan dapat terhindar dari musibah dan diberi kemakmuran.
Upacara Yadnya Kasada konon didasari cerita Rara Anteng (Puteri Raja Majapahit) dan Jaka Seger (Putera Brahmana).
Singkat cerita, ketika malapetaka terjadi yaitu Gunung Bromo menyemburkan apinya anak dari Rara Anteng dan Jaka Seger bernama Raden Kusuma masuk ke dalam Kawah Bromo dan menghilang. Saat itu pula terdengar suara yang berisi perintah untuk mempersembahkan sesaji tiap hari ke-14 Kasada.
"Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Sang Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Sang Hyang Widhi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Sang Hyang Widhi di kawah Gunung Bromo." seperti dikutip dari Wikipedia.
Baca Juga: Apa Itu Tradisi Thudong yang Dilakukan Para Biksu Berjalan Kaki dari Thailand ke Borobudur?
Hingga saat ini masyarakat Hindu Suku Tengger masih terus melestarikan kepercayaan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Campus League 2026 Jakarta: Binus dan UPH Sapu Bersih Tiket Final Putra-Putri
-
25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions