Indotnesia - FOMO jadi kata gaul yang belakangan masif digunakan, terutama di media sosial. Lantas, apa artinya?
Generasi milenial sering menggunakan istilah ini dalam status atau komentar mereka di media sosial, seperti Instagram, Twitter, Facebook, WhatsApp, dll.
FOMO merupakan singkatan dari Bahasa Inggris 'Fear of Missing Out' yang artinya 'takut tertinggal'.
Dalam konteks ini, yang dimaksud dengan takut tertinggal adalah persepsi seseorang yang merasa takut tertinggal dengan orang-orang di sekitarnya atau di media sosialnya.
Arti FOMO memiliki emosi negatif. Misalnya ketika dia melihat orang lain bersenang-senang dan menjalani kehidupan yang lebih baik akan muncul rasa tak mau ketinggalan serta berpikiran bahwa hidupnya tak lebih baik.
Selain itu, istilah FOMO juga erat kaitannya dengan perasaan ingin terlibat dalam momen-momen kebahagiaan sehingga bisa mengunggah atau memamerkannya di media sosial.
Hal itu yang membuat istilah itu menjadi negatif, karena dapat menimbulkan rasa iri, gelisah, dan berlomba-lomba memperlihatkan huru-hara kesenangan di media sosial dan terus membandingkan diri dengan orang lain.
Maka jika FOMO yang bisa dialami oleh pria maupun wanita terus berlanjut, bisa berdampak munculnya perasaan stres, depresi, capek sendiri, hingga hilangnya kepuasan pada diri sendiri.
Sementara, ciri-ciri FOMO diantaranya, merasa tidak puas, selalu mengecek HP dan media sosial, ingin diakui oleh orang lain, boros, dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap kehidupan orang lain.
Baca Juga: Lirik Lagu Super Shy NewJeans, Jatuh Cinta Tapi Malu-malu
Cara menghindari FOMO yaitu dengan terus mengembangkan diri dan fokus pada kelebihan yang kita miliki. Selain itu, batasi juga penggunaan media sosial agar tidak memicu munculnya perasaan negatif ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Berulangnya Kekerasan Anak: Bukti Negara Absen di Level Daerah?
-
Lepas Bayang-Bayang Viralitas 'EGP', Sundanis Buktikan Eksistensi Lewat Single 'Bad Mood'
-
Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
5 Shio Paling Beruntung pada 25 Februari - 1 Maret 2026, Banjir Rezeki!
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
9 Tips Puasa Anti Haus, Hindari Minum Ini Biar Kuat sampai Maghrib
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal