Indotnesia - Saat ini penumpukan sampah terjadi di sudut-sudut Kota Jogja. Hal itu merupakan buntut dari pembatasan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul, Yogyakarta.
Sebelumnya, Sri Sultan Hamengku Buwana mengeluarkan kebijakan menutup TPA Piyungan pada 23 Juli - 5 September 2023. Hal itu lantaran penumpukan sampah dan dan penyiapan Zona Transisi 2.
Hal itu membuat warga Jogja kalang kabut mengurus sampah yang tiap hari selalu ada. Maka, penumpukan sampah terjadi di pinggir-pinggir jalan kota.
Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akhirnya membuka 14 depo agar warga tidak membuang sampah sembarangan.
Depo-depo itu dibuka secara terbatas yaitu pada 3 - 5 Agustus 2023. Meski begitu, masalah sampah di Jogja belum berakhir. Masih banyak tumpukan sampah di gang-gang atau di jalan.
Untuk itu Sekretaris Daerah (Sekda) Beny Suharsono mengatakan Pemda DIY menganggarkan dana sebanyak 100 miliar untuk melakukan pengelolaan sampah di Jogja dengan teknologi terkini.
Teknologi itu disebut dapat memilah dan menekan jumlah residu, serta mengubahnya menjadi tenaga listrik.
"Jadi kosong sampah residunya nggak ada karena turunannya bisa menjadi listrik, kompos menjadi daur ulang." Ungkapnya seperti dikutio dari Jogja Info.
Dia juga mengatakan rencana itu telah masuk pada tahap penawaran ke investor.
Baca Juga: Mark Margolis, Aktor Serial Breaking Bad Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun
"Teknologi yang kita minta di KPBU di situ, sekarang sudah sounding ke market atau penawaran ditawarkan ke investor," Lanjutnya.
Beny berharap teknologi terkini itu dapat mengurangi gunungan sampah di TPA Piyungan dan menghasilkan residu yang bernilai ekonomis.
"Iya (mengurangi sampah), kan sampah yang masuk ke pabrik diolah, dipilah, sehingga yang keluar tidak ada lagi residu. Residunya sudah (jadi) ekonomi bergulir, jadi listrik, jadi kompos, jadi daur ulang," Ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA