Suara Joglo - Elektabitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam survei terbaru dari Charta Politika Indonesia ternyata masih di bawah Bupati Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Dalam survei Charta itu, figur bakal calon presiden jelang Pilpres 2024 dengan elektabilitas tertinggi masih Ganjar Pranowo dengan 32,6 persen. Kemudian Anies Baswedan 23,1 persen, lalu Prabowo Subianto dengan 2,0 persen.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, mengatakan dalam survei responden diberikan pertanyaan 'jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang bapak/ibu/saudara pilih sebagai presiden di antara na-nama berikut ini?'.
Para responden tersebut diberikan sebanyak 10 nama figur bakal calon presiden. Ganjar, Anies dan Prabowo masih tiga tertinggi dari 10 nama tersebut.
Adapun di bawah tiga nama tersebut, di urutan ke empat ada nama Ridwan Kamil dengan 5,6 persen, lalu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di bawahnya dengan 3,5 persen.
Kemudian Sandiaga Uno dengan 2 persen, lalu ada Khofifah Indar Parawansa dengan 1,6 persen, ada juga Puan Maharani dengan angka yang sama 1,6 persen. Di urutan dua terbawah ada Airlanggar Hartarto dengan 1,5 persen, lalu Erick Thohir 1,4.
Menariknya dalam survei tersebut adalah elektabilitas Prabowo Subianto yang masih cenderung stagnan. Lalu bagaimana respons Prabowo terkait hasil survei tersebut?
Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan terkesan kaget saat mendengar pertanyaan wartawan mengenai hasil survei Prabowo yang stagnan. "Apa?" tanya Prabowo mendengar pertanyaan wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/12/2022).
"Oh iya? Oh iya? Hahaha," timpal Prabowo sembari tertawa saat wartawan mengulang pertanyaan yang sama terkait hasil survei.
Baca Juga: Dilaksanakan Hari ini, Simak Link Live Score Seleksi CAT PPPK Tenaga Kesehatan
Prabowo lagi-lagi hanya merespons dengan kekehan saat wartawan bertanya, apakah Prabowo tidak khawatir dengan perolehan elektabilitas yang stagnan. "Hahaha," tawa Prabowo.
Sementara itu, sebelumnya Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon ogah menanggapi hasil survei elektabilitas capres termasuk di dalamnya gambaran mengenai peringkat Prabowo Subianto dibanding bakal capres lainnya.
Fadli beralasan, hasil survei tidak bisa menjadi acuan. Adapun hal itu disampaikan Fadli saat diminta tanggapan mengenai elektabilitas Prabowo yang menempati peringkat tiga di survei Charta Politika.
"Ya, survei-survei ini kan hanya indikator-indikator saja dan tidak bisa dijadikan pegangan, apalagi dalam satu situasi bakal calonnya ini masih belum jelas," kata Fadli di Sentul, Jawa Barat, Kamis (1/12/2022).
Menurut Fadli, hasil yang bisa terlihat jelas bisa terlihat pada September 2023. Sementata untuk tahun ini, pelaksanaan Pilpres masih jauh sehingga dinamika masih bisa berubah-ubah.
"Jadi kalau sekarang ini menurut saya tidak bisa menjadi indikator apa-apa kecuali popularitas seseorang. Pada waktunya apalagi ketika sudah ditetapkan siapa calon presiden, apakah nanti ada dua pasang kah atau tiga, itu baru keliatan," kata Fadli.
"Baru kita bisa menilai survei-survei itu reliable, kalau sekarang ini bisa saja bagian dari kampanye politik," sambung Fadli.
Berita Terkait
-
Elektabilitasnya Stagnan di Survei Capres, Prabowo Cuma Ketawa: Hahaha
-
Sangat Absurd! Tawaran jadi Cawapres Anies dari NasDem Sama Saja Rendahkan Derajat Prabowo
-
Kemajon! Ajakan NasDem Ke Gerindra Gabung Koalisi Perubahan Dinilai Kelewatan, Bisa Lukai Hati Prabowo
-
Menilik Prestasi dan Pengalaman Andika Perkasa, Layak Jadi Pengganti Menhan Prabowo?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward