Suara Joglo - Beberapa waktu lalu viral di media sosial sosol pria tambun "sok jago" yang menenteng pedang samurai di jalanan Kota Solo. Paria itu kemudian mengamuk dan mengancam pengguna jalan.
Video pria mengamuk ini sempat diunggah, kemudian tag ke Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Kabar terbaru, sosok pria berkaos merah yang diduga mabuk itu sudah diidentifikasi.
Hal ini disampaikan Gibran dalam unggahan di akun Twitternya @gibran_tweet. Dia menulis cuitan seperti ini: "Terima kasih untuk laporannya. Pelaku sudah kami identifikasi," tulisnya.
Sebelumnya, dalam unggahan bideo itu nampak pria tambun menenteng pedang samurai mengamuk mengancam para pengguna jalan di Solo.
Dalam video itu, si pria tambun berkaos merah itu nampak membawa pedang samurai dalam kondisi mabuk dan ditenangkan oleh pria berkaos hitam. Keduanya sempat terlibat obrolan. Pria tambun itu kemudian mencabut samurainya lantas mengacungkannya ke pengendara pikap.
Tak puas sampai di situ, Ia juga nampak kesal ketika ada seorang pria mengendarai motor hendak melewatinya. Pria tambun itu kemudian mengancam hendak membacoknya.
Video ini diunggah akun @revelurra, kemudian direplay oleh akun @Gibran_twett. Rakabuming membalas komentar cekak: "Saya cari," demikian cuitan balasan cekak Gibran.
Unggahan ini segera mendapat respons dari warganet. Mereka ramai-ramai menyerbu kolom komentar wali kota Solo yang juga putra pertama Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) tersebut.
Setelah identitas pria itu diketahui, warganet pun gembira. Mereka kembali menyorot kasus tersebut.
Baca Juga: 4 Fakta Batik Parang: Pernah Diklaim Malaysia, Tak Boleh Dipakai di Nikahan Kaesang
Akun @musafir_**** misalnya. Ia menulis komentar begini: "Di kota lain, provinsi lain, kejahatan jalanan macam ini dibantah keberadaan nya, dikatakan sebagai kreativitas, dikatakan sebagai propaganda untuk menjatuhkan nama baik...."
Lalu akun @Wikan**** juga menulis komentar seperti ini: "KTP mu ngendi?" Wis tau ditakoni ngono kui durung mas?"
Lalu akun @gyspp_**** menulis komentar pendek: "Itu mabuk, mabuk itu karena minuman, minuman itu dibeli pake uang itu tandanya Ada duit kan masi bisa beli minum."
Berita Terkait
-
Singgung Kerusuhan 1998, JK: Ini Berbahaya Bagi Keduanya. Baik Bagi Orang Kaya dan Orang Miskin yang Makin Ketinggalan
-
Jusuf Kalla Ingatkan Bahaya Lebarnya Jurang Miskin dan Kaya di Indonesia, Singgung Kerusuhan 1998
-
Gibran Lagi Cari Pria Bawa Pedang Ngamuk Ancam Pengguna Jalan di Solo Ini, yang Tahu Laporkan..!
-
Kapolda Jateng Jamin Kelancaran Lalu Lintas Kota Solo Saat Ngunduh Mantu Kaesang Pangarep dan Erina Gudono
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Kronologi Penerima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tewas Usai Tabrakan di Pacitan
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak