/
Selasa, 27 Desember 2022 | 07:31 WIB
Ilustrasi logo parpol. Elektabilitas partai mengalami kenaikan dan penurunan. ([ANTARA])

Suasana politik di Indonesia sangat dinamis. Oposisi bisa berubah menjadi kualisi dalam hitungan hari, bahkan menit-menit terakhir jelang ditutupnya pendaftaran calon presiden. 

Tak heran jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diisukan akan tinggalkan Partai Gerindra di Pemilu dan Pilpres 2024

Pengamat Politik, Hendri Satrio mengungkapkan PKB bisa saja melompat dari Gerindra ke Nasdem

"PKB bakal join NasDem? Mungkin ini karena Gerindra gantung Cak Imin jadi Cawapres," tulisnya Hendri dikutip dari akun Twitter @satriohendri pada Selasa (27/12/2022).  

Menurutnya, Jika PKB bergabung dengan NasDem Anies Baswedan tentu saja akan benar-benar majut di Pilpres 2024. 

"Wah Demokrat, PKS mesti deklarasi Anies juga nih, sebab Nasdem-PKB beres, Nasdem+PKB tu 117kursi padahal minimal cuma 115kursi buat dapet boarding pass. Koalisi Perubahan isinya 4 partai?" tulisnya

Melihat analisis dari Hendri Satrio tersebut, publik pun langsung memberikan komentar beragam. 

"Tahun 2023, Anies Baswedan akan dijegal KPK bang. Namanya akan lebih sering muncul diberita karena pemeriksaan ke gedung kuningan. Itulah alasan PKS dan Demokrat masih ragu2 deklarasi. KPK sudah menjadi "alat pukul" penguasa," tulis netizen.

"Gue dukung Nasdem PKB sueerrr,... Biar tau diri dulu tuh fungsionaris  partai PKS dan Demokrat yg berebut hal hal nggak penting," tulis netizen. 

Baca Juga: Profil Romo Magnis Suseno, Cendekiawan Katolik Saksi Ahli Ringankan Bharada E di Sidang Kasus Ferdy Sambo

"Koalisi Nasdem PKB bisa menggagalkan Anies jd Capres atau dijadikan tawanan perang, Dan dg kasus2 Cak Imin membuat suara Anies turun. Demokrat - PKS wait and see adalah langkah TEPAT," tulis netizen. 

Load More