Profil Abdurrahman Wahid atau Gus Dur lahir di Jobang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940 dan wafat pada 30 Desember 2009 dalam usianya yang ke-69.
Gus Dur merupakan putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya adalah KH Wahid Hasjim seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU) sementara ibunya merupakan putri dari pendiri pondok Pesantren Denanyar Jombang.
Abdurrahman Wahid merupakan Presiden Republik Indonesia ke-4 yang memangku jabatan sebagai orang nomor 1 di Indonesia sejak tahun 1999 hingga 2001.
Gus Dur menjabat Presiden RI setelah melalui Pemilu yang diadakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggantikan BJ Habibie yang duduk di singgasananya.
Beberapa kebijakannya selama menjabat sebagai Presiden membuat Abdurrahman Wahid terkenal sebagai pemimpin yang sangat kontroversial.
Pencabutan pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang tertuang dalam Tap MPR Nomor 25 Tahun 1966 menjadi salah satu kebijakan Gus Dur yang cukup kontroversial.
Masa Muda Gus Dur
Gus Dur sudah sedari kecil memiliki hobi membaca buku, ia kerap menghabiskan waktunya di sebuah perpustakaan pribadi yang dimiliki oleh ayahnya. Ia juga kerap mengunjungi perpustakaan umum di Jakarta.
Seiring berjalannya waktu, bahan bacaan Gus Dur semakin bertambah, dari surat kabar, novel, hingga majalah.
Baca Juga: Polri Terjunkan Personel Guna Antisipasi Cuaca Ekstrem
Sedari kecil Abdurrahman Wahid telah memiliki kesadaran dalam hal tanggung jawab penuh untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam organisasi NU.
Pendidikan Gus Dur Dalam Negeri
-Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1954-1957, sempat tidak naik kelas sehingga ibunya memutuskan untuk mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan sekaligus mengaji kepada KH. Ali Maksum di Pondok Pesantren Krapyak.
-Tahun 1957 setelah lulus SMP, Gus Dur pindah ke Magelang untuk memulai Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo.
-Tahun 1959 Gus Dur pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang.
Pendidikan Gus Dur di Luar Negeri
-Pada tahun 1963, Gus Dur menerima beasiswa dari Kementrian Agama (Kemenag) untuk belajar Studi Islam di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir.
-Beasiswa Universitas Baghdad, Irak.
Demikian informasi seputar profil singkat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selama hidupnya. Ia ditunjuk sebagai Presiden RI ke-4 untuk menggantikan BJ Habibie.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Heboh TNI-Polri Ikut Awasi Pajak, Bos DJP: Jangan Digoreng-goreng!
-
Bukan Sekadar Biji: Ambisi Lampung Menjadi Kiblat Cokelat Premium Dunia
-
Dibuang Xabi Alonso, Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
-
Sunscreen Moell untuk Usia Berapa? Cek Klaim, Harga, dan Review Pembeli
-
UU Tipikor Dianggap Masih Abaikan Pemenuhan HAM, Kasus Eks Jampidsus hingga MBG Jadi Sorotan
-
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp30 Jutaan, Selain Fitur AI Ada Apa Lagi?
-
Resmi Meluncur, Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, dan Flip8 Meluncur, AI Ubah Masa Depan HP Lipat
-
Kejutan Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Vozinha Gusur Unai Simon, Spanyol dan Prancis Dominan
-
Dibanding Beri Denda ke Pindar, KPPU Diminta Utamakan Pencegahan
-
Amankan Aksi Cipayung Plus dan Ojol, Polda Metro Turunkan Ratusan Personel di Jakpus