/
Rabu, 28 Desember 2022 | 09:20 WIB
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Dok Suara.com)

Profil Abdurrahman Wahid atau Gus Dur lahir di Jobang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940 dan wafat pada 30 Desember 2009 dalam usianya yang ke-69.

Gus Dur merupakan putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya adalah KH Wahid Hasjim seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU) sementara ibunya merupakan putri dari pendiri pondok Pesantren Denanyar Jombang.

Abdurrahman Wahid merupakan Presiden Republik Indonesia ke-4 yang memangku jabatan sebagai orang nomor 1 di Indonesia sejak tahun 1999 hingga 2001.

Gus Dur menjabat Presiden RI setelah melalui Pemilu yang diadakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggantikan BJ Habibie yang duduk di singgasananya.

Beberapa kebijakannya selama menjabat sebagai Presiden membuat Abdurrahman Wahid terkenal sebagai pemimpin yang sangat kontroversial.

Pencabutan pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang tertuang dalam Tap MPR Nomor 25 Tahun 1966 menjadi salah satu kebijakan Gus Dur yang cukup kontroversial.

Masa Muda Gus Dur

Gus Dur sudah sedari kecil memiliki hobi membaca buku, ia kerap menghabiskan waktunya di sebuah perpustakaan pribadi yang dimiliki oleh ayahnya. Ia juga kerap mengunjungi perpustakaan umum di Jakarta.

Seiring berjalannya waktu, bahan bacaan Gus Dur semakin bertambah, dari surat kabar, novel, hingga majalah.

Baca Juga: Polri Terjunkan Personel Guna Antisipasi Cuaca Ekstrem

Sedari kecil Abdurrahman Wahid telah memiliki kesadaran dalam hal tanggung jawab penuh untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam organisasi NU.

Pendidikan Gus Dur Dalam Negeri

-Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1954-1957, sempat tidak naik kelas sehingga ibunya memutuskan untuk mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan sekaligus mengaji kepada KH. Ali Maksum di Pondok Pesantren Krapyak.

-Tahun 1957 setelah lulus SMP, Gus Dur pindah ke Magelang untuk memulai Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo.

-Tahun 1959 Gus Dur pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang.

Pendidikan Gus Dur di Luar Negeri

Load More