- Amnesty International melaporkan penurunan kebebasan berekspresi dan peningkatan praktik otoritarian di Indonesia selama masa pemerintahan Prabowo Subianto.
- Aparat keamanan menggunakan kekerasan berlebihan dalam merespons aksi demonstrasi massa yang mengakibatkan ribuan warga ditangkap dan terluka.
- Pelanggaran HAM meliputi intimidasi terhadap masyarakat adat, diskriminasi kelompok minoritas, serta pelemahan komitmen kebijakan transisi energi ramah lingkungan.
Suara.com - Organisasi HAM sedunia, Amnesty International merilis laporan terbaru mengenai kondisi hak asasi manusia di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Dalam laporan yang dirilis, Senin (20/4) waktu setempat di London, Amnesty International menyoroti kondisi hak asasi manusia di Indonesia yang dinilai memburuk, terutama dalam hal kebebasan berekspresi dan berkumpul.
Dalam laporan terbarunya, organisasi tersebut menyebut praktik otoritarian meningkat seiring penindasan terhadap suara kritis.
"Pada tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto, gelombang protes terjadi di berbagai daerah. Demonstrasi dipicu oleh kenaikan biaya hidup, kebijakan anggaran, serta perluasan peran militer dalam urusan sipil melalui revisi undang-undang," ulas laporan Amnesty International, Selasa (21/4).
Laporan Amnesty International juga menyingung perihal kasus band Sukatani dari Purbalingga. Lagu mereka yang mengkritik dugaan korupsi polisi ditarik dari platform, disertai permintaan maaf setelah tekanan dari aparat.
Dalam laporan yang sama, Amnesty International menyoroti fenomena ksi simbolik penggunaan bendera bajak laut yang terinspirasi dari anime One Piece viral di media sosial jelang peringatan kemerdekaan 17 Agustus beberapa waktu lalu.
"Aparat merespons dengan razia dan ancaman hukum terhadap warga yang dianggap melecehkan simbol negara," tulis laporan Amnesty International.
Amnesty juga menyoroti penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat dalam merespons aksi massa.
Dalam sejumlah demonstrasi, polisi disebut menggunakan gas air mata, peluru karet, hingga meriam air untuk membubarkan massa.
Baca Juga: Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global
Insiden di Papua Barat menjadi sorotan serius. Aksi protes terkait isu Papua dibubarkan dengan kekerasan, menyebabkan korban luka dan satu orang meninggal dunia setelah aparat melepaskan tembakan dan gas air mata.
Sepanjang tahun, ribuan orang dilaporkan ditangkap dalam berbagai aksi demonstrasi di Indonesia.
Amnesty mencatat lebih dari 4.000 orang ditahan, dengan ratusan lainnya mengalami kekerasan fisik selama penanganan aksi.
Kelompok masyarakat adat juga menghadapi tekanan, terutama terkait proyek pembangunan dan tambang.
Di Merauke dan Halmahera, warga dilaporkan mengalami intimidasi hingga kriminalisasi saat menolak proyek yang berdampak pada lingkungan dan tanah adat mereka.
Selain itu, kebebasan beragama juga menjadi perhatian.
Berita Terkait
-
Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global
-
Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025
-
Pigai Ungkap 15 Warga Tewas di Papua, Minta Pelaku Segera Diungkap
-
15 warga Sipil Tewas di Kembru Papua, Menteri HAM Pigai: Pelaku Sudah Diketahui, Jangan Sembunyi!
-
Prabowo Minta Ahli Kampus Ikut Garap Tanggul Laut Raksasa, Pantura Jadi Titik Awal
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi