/
Rabu, 04 Januari 2023 | 14:26 WIB
Megawati Soekarnoputri ([suara.com])

Berstatus sebagai dua kali pemenang pemilu, tampaknya tak menggoda Megawati Soekarnoputri untuk ikut dalam kontestasi pilpres 2024. Hal itupun telah dipastikan oleh politisi senior PDIP Panda Nababan.

Seperti diketahui, PDI Perjuangan sudah dua kali memenangi pemilu, tepatnya di tahun 2014 dan di tahun 2018. 

Tak hanya itu, PDIP juga sukses mempertahankan kadernya yaki Jokowi sebagai presiden selama dua periode berturut-turut. 

Meski punya rekor dan pengaruh oke, sepertinya hal itu tak menggoda Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk ikut dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang. 

Hal itu paling tidak seperti yang diungkap oleh politisi senior PDIP Panda Nababan. Dalam obrolan di channel YouTube Total Politik, mantan wartawan tersebut mengatakan bahwa kecil kemungkinan Megawati Soekarnoputri untuk maju di ajang Pilpres 2024. 

"Emang bu Mega punya peluang lagi pung buat jadi presiden?" kata host channel YouTube total politik Arie Putra.

"Ngga ada," tegas Panda Nababan.

"Lah kenapa?" lanjut Arie.

"Dia bilang sama aku, aku udah tua, aku udah nenek-nenek kata dia. Dan kalau kalah aku malu," terang Panda menirukan obrolannya bersama Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Cerita Nusron Wahid Lebih Pilih Golkar Ketimbang PDI Perjuangan: Dulu Itu Partainya Kalau Ibarat Sekolah Kaya STM

Meski dianggap tak punya kans maju di Pilpres 2024, sosok putri Bung Karno itu punya peran besar menjadikan PDIP sebagai partai politik yang berpengaruh kuat dalam percaturan politik di Indonesia. 

Hal itu seperti diungkap oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional Aisah Putri Budiatri. 

Menurut Aisah, di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan sukses meraih kursi terbanyak di DPR, bahkan menempatkan kadernya sebagai seorang presiden.

"Dalam posisi saat ini PDIP bisa dibilang partai yang paling berpengaruh di percaturan politik Indonesia karena menjadi partai pemenang pemilu dengan kursi terbanyak di DPR dan memiliki kader sebagai presiden hingga 2024," terangnya.

Load More