Nusron Wahid baru-baru ini mengungkapkan soal kendaraan politiknya yang memilih ke Partai Golkar ketimbang ke partai lain.
Dikutip dari channel YouTube Total Politik, Nusron Wahid mengaku menetapkan pilihan politiknya ke partai berlambang pohon beringin itu lantaran ingin mendapatkan jangkauan politik yang lebih luas.
Menurutnya, Partai Golkar punya latar yang lebih berwarna dan multikultural ketimbang beberapa partai lainnya.
"Kenapa saya pilih Golkar karena memang saya butuh artikulasi partai yang lebih inklusif. Kalau di NU ini kan satu warna di Golkar ini kan multiwarna multikultural karena politik ini kan lebih luas, kalau di NU ini kan pengabdian kemasyarakatan dan keagamaan," terangnya, Selasa (3/1/2023).
Saat ditanya lebih lanjut bahwa pilihan partai multikultural tidak hanya di Golkar, di partai lain juga ada apalagi di PDI Perjuangan, Nusron mengibaratkan kala itu beberapa partai ibarat sekolah.
Ia mengungkapkan dalam imajinasinya sebagai orang NU, memilih PDI Perjuangan itu ibarat masuk ke sekolah SMK atau STM kala itu.
"Kenapa tidak PDIP. Ya kan dulu saya mengibaratkan sekolah. Kalau saya orang NU masuk PPP kalau ibarat sekolah itu seperti di MAN, kalau masuk PKB seperti masuk sekolah Ma'arif semua masuk aktivis NU," ungkapnya.
"Kalau di PDIP itu kaya, dulu ya kaya masuk di STM karakternya kan seperti itu. Kalau masuk di Golkar dulu itu saya ibaratkan seperti masuk SMA negeri yang di dalamnya ada anaknya bupati, ada orang kampung, ada anak dandim," lanjutnya.
Meski begitu, Nusron mengakui PDI Perjuangan yang sekarang itu jauh berbeda dengan PDI Perjuangan yang dulu dikenalnya.
Ia menyebut PDI Perjuangan yang merupakan partai pemenang pemilu 2019 lalu itu sekarang sudah jauh berubah.
"Tapi sekarang PDIP sudah tidak seperti STM tapi STM plus. PDIP banyak mengalami perubahan sejak saya masuk politik 2003," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Chivu Tertawakan Gampangnya Inter Milan Bobol Gawang Sassuolo, Sindir Jay Idzes?
-
Rahasia Gelap Italia di Final Piala Dunia 1994, Ada Dua Pemain Ngumpet Saat Adu Penalti
-
Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Desak Jajaran Bijak di Era Digital Demi Kesejahteraan Masyarakat
-
Tragedi Pilu di Parungpanjang, Siswa SDN Cibunar 04 Meninggal Tertabrak Kereta Sepulang Sekolah
-
Rapim TNI-Polri, Prabowo Tekankan Pengabdian untuk Rakyat
-
Apakah Libur 45 Hari di Bulan Puasa Benar? Cek Jadwal Libur Ramadhan 2026
-
5 Poin Penting Kasus Ngeri Warga Tangerang Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik dan Wajah Dilakban
-
Gelar Seleksi Pemain, Maestro Solo Bakal Ikuti Pro Futsal League 2 2026
-
Update Pencalonan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, Ternyata Ada Tantangan Berat
-
Izin Usaha Perumda BPR Bank Cirebon Dicabut OJK: LPS Siap Lakukan Likuidasi