- Proyek penataan kawasan Rasuna Said, Jakarta, menyebabkan penyempitan jalan dan kemacetan lalu lintas selama jam sibuk.
- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan proyek pedestrian ini selesai dan diresmikan pada 22 Juni 2026 mendatang.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp102 miliar untuk meningkatkan kualitas trotoar di kawasan tersebut bagi pejalan kaki.
Suara.com - Keluhan masyarakat mengenai kemacetan di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan imbas pengerjaan proyek penataan kawasan kini mulai menghiasi linimasa media sosial.
Pasalnya, pagar-pagar pembatas proyek mulai terpasang di area bekas tiang-tiang monorel dan berdampak pada penyempitan jalur di titik-titik tertentu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menginisiasi proyek penataan kawasan pun mengakui bahwa proses pembangunan memang memberikan dampak langsung terhadap carut-marut arus lalu lintas di jam-jam sibuk.
"Untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian. Kami menyadari memang ada problem, nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek," ujar Pramono di Komplek DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk mengubah wajah kawasan Rasuna Said menjadi jauh lebih baik dan tertata dari sebelumnya.
"Kan kami mau bikin Rasuna Said itu lebih baik. Efeknya adalah ya itu tadi, harus diatur," ucap Pramono.
Kabar baiknya, orang nomor satu di Jakarta ini juga mengungkapkan bahwa warga hanya perlu sedikit bersabar lagi untuk menunggu penyelesaian proyek dalam waktu dekat.
"Targetnya adalah tanggal 22 Juni, saya akan resmikan," janji Pramono.
Tenggat waktu penyelesaian proyek ini sengaja dipersiapkan secara khusus untuk memeriahkan hari ulang tahun Kota Jakarta.
Baca Juga: Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
Pengerjaan trotoar juga diharapkan dapat memberikan nuansa baru bagi para pejalan kaki yang setara dengan kawasan Sudirman dan Thamrin.
Proyek penataan kawasan di Rasuna Said sendiri dimulai sejak proses pembongkaran tiang-tiang monorel terbengkalai pada Januari 2026 lalu.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp102 miliar guna mempercantik sisi timur kawasan perkantoran itu, agar terlihat identik dengan area barat yang sudah lebih dulu dibenahi.
Berita Terkait
-
Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
-
Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut
-
Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
-
Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan
-
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
-
Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?
-
Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan
-
Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
-
Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global
-
Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
-
Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!
-
Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!
-
Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI