-
Donald Trump memerintahkan blokade laut total terhadap Iran setelah perundingan nuklir di Islamabad gagal.
-
Militer Amerika Serikat disiagakan dalam posisi siap tempur untuk menjaga keamanan navigasi Selat Hormuz.
-
Kebijakan blokade ini memicu kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan stabilitas ekonomi global mendatang.
Suara.com - Kebijakan luar negeri Amerika Serikat memasuki babak baru yang lebih agresif melalui instruksi blokade laut total terhadap wilayah Iran.
Langkah drastis ini diambil setelah upaya diplomasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance di Pakistan gagal melunakkan posisi Teheran.
Dikutip BBC, Blokade ini menjadi sinyal bahwa Washington tidak lagi mengedepankan meja perundingan sebagai jalan tunggal penyelesaian konflik nuklir.
Strategi ini dirancang untuk memutus urat nadi ekonomi Iran sekaligus merespons pungutan ilegal di jalur perdagangan internasional.
Langkah militer ini diprediksi akan mengubah peta stabilitas energi global dalam beberapa pekan ke depan.
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat kini berada dalam status siaga tinggi untuk melakukan serangan lanjutan.
"Militer AS berada dalam posisi 'siap tempur' dan siap melanjutkan serangan terhadap Iran pada 'waktu yang tepat'," tegas Trump.
Keputusan ini muncul karena Iran dianggap tetap keras kepala dalam mempertahankan program pengembangan senjata nuklirnya.
Padahal, tim negosiator AS telah menghabiskan waktu selama 20 jam dalam pembicaraan intensif di Islamabad.
Baca Juga: Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat
Trump menginstruksikan penghapusan ancaman ranjau di Selat Hormuz guna menjamin kelancaran navigasi bagi kapal-kapal negara sekutu.
Perbedaan Daftar Tuntutan dalam Negosiasi
Seorang pejabat internal AS mengungkapkan bahwa kendala kesepakatan sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar isu nuklir.
Persoalan utama mencakup dominasi Iran atas Selat Hormuz hingga dukungan finansial kepada jaringan proksi seperti Houthi dan Hizbullah.
"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapat jalur aman di laut lepas," tulis Trump melalui platform Truth Social.
Instruksi terbaru dari Komando Pusat AS bahkan lebih ketat dengan melarang semua aktivitas kapal dari dan menuju pelabuhan Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes