- Departemen Pertahanan AS mengusulkan mekanisme blanket overflight agar pesawat militernya dapat melintasi wilayah udara Indonesia melalui notifikasi saja.
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan membahas kesepakatan strategis tersebut dalam pertemuan bilateral di Pentagon pada 13 April.
- Skema ini memungkinkan pesawat militer AS melintas tanpa izin per kasus, namun memicu kekhawatiran terkait kedaulatan wilayah Indonesia.
Suara.com - Sebuah dokumen rahasia pertahanan Amerika Serikat mengungkap rencana kontroversial untuk memperoleh akses lintas udara tanpa batas atau blanket overflight bagi pesawat militernya di wilayah Indonesia.
Proposal ini disebut sebagai bagian dari strategi Washington memperluas jangkauan operasional di kawasan Indo-Pasifik.
Dokumen bertajuk Operationalizing U.S. Overflight yang diajukan Departemen Pertahanan AS pada 26 Februari itu memuat usulan mekanisme baru.
Dalam skema tersebut, pesawat militer AS cukup memberikan notifikasi sebelum melintasi wilayah udara Indonesia, tanpa perlu persetujuan per kasus.
Informasi ini semakin menguat setelah beredar kabar bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan meneken kesepakatan itu dalam kunjungan ke Washington.
Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan mendapat sambutan resmi dari pemerintah Amerika Serikat dalam kunjungannya ke Pentagon, Senin (13/4).
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth akan memimpin langsung upacara kehormatan sebelum pertemuan bilateral digelar.
Upacara penyambutan akan berlangsung pukul 10.15 waktu setempat di area River Entrance Pentagon.
Menurut laporan Pentagon, agenda ini menjadi bagian dari rangkaian pertemuan penting antara kedua negara dalam memperkuat kerja sama pertahanan.
Baca Juga: Kolaborasi Epik! Legenda Timnas Indonesia Setim Eks Juventus hingga Madrid di Clash of Legends
Laporan resmi dari pemerintah AS menyebut bahwa setelah seremoni, kedua menteri akan melanjutkan dengan pertemuan tertutup yang membahas isu strategis.
"Sejumlah agenda diperkirakan mencakup kerja sama militer hingga dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik," tulis laporan resmi Pentagon.
Lantas apa itu Blanket Overflight dan apa bahayanya untuk kedaulatan RI?
Blanket overflight adalah izin menyeluruh yang diberikan suatu negara kepada negara lain untuk melintasi wilayah udaranya tanpa harus meminta persetujuan setiap kali.
Artinya, begitu izin ini berlaku, pesawat, termasuk militer cukup memberikan pemberitahuan, bukan lagi meminta izin satu per satu.
Dalam praktik normal, setiap pesawat asing harus minta izin terlebih dahulu (clearance) sebelum melintas serta izin diberikan per penerbangan (case by case)
Berita Terkait
-
Kolaborasi Epik! Legenda Timnas Indonesia Setim Eks Juventus hingga Madrid di Clash of Legends
-
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
-
Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?
-
Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan
-
Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra