Mahfud MD selaku Menko Polhukan menyoroti ketidakpuasan para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan ratusan korban jiwa.
"Saya kemarin menerima keluarga korban yang mengeluh bahwa mereka tidak puas dengan penanganan, ya tidak ada yang puas. Ini soal hukum, ini soal unsur, bukan soal tawar menawar pasal gitu. Kalau mau, ya saya hukum mati aja tuh. Tetapi, kan tidak ada pasal untuk menyatakan itu,"
Menurut Mahfud MD semua pihak merasakan hal yang sama baik itu aparat penegak hukum dan Kemenko Polhukan RI.
Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan setidaknya 135 korban jiwa yang melayang berdampak terhadap segala sektor dalam pesepakbolaan Indonesia, tanpa terkecuali keluarga korban itu sendiri.
Pernyataan Mahfud MD tersebut lantas tak luput dari perhatian kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Tak jarang dari mereka yang menyoroti dan mengomentari pernyataan Menteri Menko Polhukam tersebut.
"Ya dituntut berat lainnya kayak seumur hidup aja pakdee. Yg agak serem gitu lho kalau sama polisi. Kok kayak lembek gitu sih pemerintah ini?" Ungkap salah seorang netizen.
"Pecat pelaku penembak gas air mata dan yg memberi komando menembak dan hukum dengan pasal penyalah gunaan senjata, dan itu pasti ada uu nya," saran netizen yang lain.
"Pancasila tidak di laksanakan dengan benar , sila" yg ada apakah hanya sebuah tulisan saja ? , jika pasal di negara ini masih seperti ini, jika hukum di negara ini tidak adil, makan saya yakin , tragedi yg lebih bahaya dari ini bisa terjadi lagi," sambung netizen lainnya.
"Siap² jdi alat partai untuk pemilu yg akan datang. Welcome Indonesia,olah raga,kesenian sampai agama pun dipakai untuk berpolitik. Mereka yg banyak uang mereka yg menang. Intie dadio wong sogeh Kabeh rek cek iso mayak dadi wong Urip," kata netizen satunya.
Baca Juga: Jelang Final Piala AFF 2022, Thailand Kehilangan Pemain Kunci, Vietnam Lebih Beruntung
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Kota Tutup Tiga Hari Mulai Malam Ini
-
Kisah Kursumawati, Agen BRILink yang Bawa Literasi Keuangan Lebih Dekat ke Masyarakat
-
Investor Asing Ternyata Masih Percaya Tanam Modal di Indonesia, Ini Alasannya
-
Tersangka Tapi Belum Diperiksa, Febrie Adriansyah Tak Masuk Daftar Penyerahan ke Kejagung
-
Dari Serbalawan, Kursumawati Layani Ribuan Transaksi dan Perkuat Inklusi Keuangan
-
Loveholic: Romansa Gelap yang Mengajak Pembaca Memahami Dampak Bullying
-
Kursumawati Sukses Bangun Kepercayaan Warga sebagai Agen BRILink di Simalungun
-
Review Please Look After Mom: Kisah Kehilangan yang Mengajarkan Cara Mencintai Ibu Sebelum Terlambat
-
Catat! Jadwal Pembelian Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada 2 Tahap
-
'Bukan Saya', Bupati Kuansing Bantah Kasih Amplop Ke Menhut Raja Juli