Bursa calon Ketum PSSI makin menghangat. Setelah La Nyalla Mattalitti yang kembali mencalonkan diri, terkini Menteri BUMN Erick Thohir juga menyatakan diri maju untuk memperebutkan tampuk tertinggi organisasi sepak bola Indonesia tersebut.
Erick Thohir datang mendaftarkan diri ke Kantor PSSI di Gelora Bung Karno didampingi oleh Kaesang Pangarep, Minggu (15/1/2023).
Sebelum akhirnya memutuskan ikut dalam kontestasi pemilihan calon Ketum PSSI, di tahun 2019 ketika Edy Rahmayadi lengser, namanya juga telah santer dikaitkan dengan Ketua Umum PSSI.
Nama Erick Thohir bahkan sangat dijagokan Wakil Presiden Indonesia saat itu yakni Jusuf Kalla.
Kalla menyebut bahwa Erick Thohir merupakan sosok yang tepat untuk mengelola PSSI terutama sepak bola Indonesia.
Ia menyebut bahwa sosok yang patut untuk mengisi kursi Ketum PSSI adalah orang yang paham betul dengan sepak bola. Minimal dia punya pengalaman sebagai pemain atau pengurus.
"Yang mencalonkan diri bisa-bisa saja namun tentu para ketua-ketua PSSI di daerah-daerah juga selalu memilih yang punya pengalaman di sepak bola, pernah pengurus, pemain, supaya mengerti sepak bolanya," terangnya saat menjawab pertanyaan wartawan pada 2019 lalu seperti dikutip dari channel YouTube BeritaSatu.
"Bukan seperti sekarang, tanpa pengetahuan atau pengalaman di sepak bola bagaimana bisa memperbaiki PSSI prestasi kita, termasuk di Piala Asia saja kita cuma masuk di babak penyisihan saja," tambahnya.
Lebih lanjut ia kemudian menyebut nama Erick Thohir yang dianggap layak menduduki kursi Ketum PSSI. Mengingat pengalamannya di kancah sepak bola internasional.
"Jadi dibutuhkan orang yang leadership kuat, tidak punya kepentingan ekonomi, tapi pengalaman di organisasi. Banyaklah generasi muda yang baik, yang punya pengalaman bola internasional, Erick. Erick lagi Erick lagi," ucapnya sembari tertawa.
Erick Thohir sendiri diketahui punya pengalaman mentereng soal sepak bola.
Ia pernah menjadi pemilik dan sebagai presiden Inter Milan. Ia sukses menyelamatkan Il Nerazzurri yang tengah terpuruk.
Di tangan Erick Thohir, Inter Milan yang tengah sekarat berhasil bangkit. Ia bahkan membuat terobosan dengan mendapatkan investasi dari perusahaan asal China yakni Suning Holdings.
Selain di Inter Milan, Erick juga pernah jadi pemegang saham mayoritas di DC United, klub Liga Amerika Serikat yang pernah jadi labuhan David Beckham.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
KAI Modernisasi Kereta Makan, 17 Unit M1 Hasil Modifikasi Telah Beroperasi
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Perkuat Intermediasi Perbankan, BRI Optimalkan Dana SAL bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Apresiasi Kepercayaan Pemerintah, Likuiditas Menguat untuk Dukung UMKM dan Sektor Riil
-
PTBA Resmikan Pusat Pembibitan Mangrove NUSA di Pasir Sakti, Perkuat Rehabilitasi Pesisir
-
Dana SAL Kembali Ditempatkan, BRI Siap Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Lewat Pembiayaan Produktif
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Jangan Tunggu Air Seret, Ini 5 Cara Menghemat Air PDAM Saat Kemarau Melanda Sumsel
-
Menyusuri Lorong Qianmen Beijing, Kawasan Tua yang Andalkan Tradisi Musyawarah
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?