Menparekraf Sandiaga Uno membeberkan bagaimana dirinya bisa "nyemplung" di dunia politik. Ia menyebut ada problem soal Ahok hingga jasa Prabowo Subianto.
Diketahui, pemilik nama terang Sandiaga Salahuddin Uno dalam waktu belakangan santer dikaitkan dengan PPP. Padahal ia diketahui merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Di tengah santernya gosip tersebut, sepak terjang Sandiaga Uno di dunia politik sudah mencuri perhatian sejak gelaran Pilkada DKI Jakarta hingga Pilpres 2019.
Sosok yang lebih kondang dikenal sebagai pengusaha itu pada akhirnya nyemplung di dunia politik ternyata tak lepas dari sosok Ahok hingga jasa Prabowo Subianto.
Ia menyebut sebelum maju ke Pilkada DKI Jakarta, sudah lebih dulu mencicipi dunia politik ketika menjadi juru bicara Prabowo Subianto pada gelaran Pilpres 2014.
"Saya dari 2014 jadi jubir langkah pertama saya lihat hingar bingar (politik)," ungkapnya seperti dikutip di channel YouTube Akbar Faizal Uncensored, Jumat (27/1/2023).
Ia kemudian bergabung bersama Gerindra setahun kemudian. Tepatnya setelah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok keluar dari Gerindra.
"2015 saya dipanggil beliau diminta untuk memikirkan kepemimpinan di Jakarta. Karena pada saat itu, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok keluar dari Gerindra. Dan saya diperkenalkan ke Gerindra itu tahun 2015," katanya.
"Dia waktu itu bilang, waktu itu Jokowi dan Ahok itu kan ada PDIP dan Gerindra. Nah setelah pak Jokowi naik ke atas, Ahok jadi Gubernur trus ga lama meninggalkan Gerindra. Nah itu saya inget banget dipanggil di Darmawansa beliau menyampaikan saya ingin anda memikirkan menjadi calon pemimpin di Jakarta," ingat Sandi menirukan pernyataan Prabowo kala itu.
Baca Juga: Farhat Abbas Beri Kritikan Pedas ke Sandiaga Uno yang Undang Bunda Corla: Kurang-kurangin Pansosnya!
Sandi mengaku tak langsung mengiyakan ketika diminta untuk mempersiapkan diri maju ke Pilkada DKI Jakarta.
"Waktu itu saya ampun pak nyerah saya. Dia bilang coba dulu dia selalu mengingatkan saya. Dan langsung setelah itu diperkenalkan sebagai kader partai saat ultah Gerindra, dan setelah itu saya mulai mempelajari," terangnya.
Ia menyebut mendapat rekomendasi maju ke kontestasi Pilkada DKI Jakarta setelah melewati seleksi bakal calon gubernur di internal Partai Gerindra.
"Gerindra itu memulai dengan 11 calon untuk Gubernur DKI, sampai akhirnya mengerucut singkat cerita bulan Juli 2016 saya diberikan rekomendasi sebagai calon gubernur ditugaskan membangun koalisi," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Melawan AI, Naoki Urasawa Rilis Manga Baru Bertema Eksistensi Manusia!
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Dituding Acuh saat Thariq Halilintar Buka Kado, Aaliyah Massaid Beri Klarifikasi Menohok
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Prediksi Laga Mesir vs Iran: Adu Taktik Tentukan Nasib Fase Grup