Suara Joglo - Kemarin sebuah tragedi berdarah menimpa warga China di Amerika Serikat. Empat orang tewas dibantai menggunakan senjata api. Mereka diberondong peluru di Half Moon Bay California.
Insiden berdarah ini sontak membuat Beijing tersentak. Pemerintah China segera mengeluarkan imbauan agar warganya di Amerika berhati-hati. Mereka juga mengutuk keras insiden berdarah itu.
Konsulat Jenderal China di San Fransisco menurut rilis Kementerian Luar Negeri China (MFA) di Beijing menyampaikan duka cita atas tragedi tersebut, Sabtu (28/01/2023).
"Kami sangat mengutuk kekerasan bersenjata dan ingin menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarganya," demikian bunyi keterangan resminya.
Sebelumnya, MFA dan Konsulat Jenderal China di San Fransisco juga mengeluarkan peringatan kewaspadaan kepada warganya di AS terkait peristiwa berdarah itu, yang terjadi pada Senin (23/01/2023) waktu setempat.
Dalam pernyataan terdahulu, China menyatakan tidak bisa memastikan jumlah warganya yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan massal di perusahaan pembudidayaan jamur di Half Moon Bay tersebut.
Pihak Konsulat telah menghubungi anggota keluarga para korban dan menyebutkan bersedia memberikan bantuan yang diperlukan.
Juru bicara Konsulat juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah AS untuk menindaklanjuti investigasi kasus tersebut.
Media China menyebutkan bahwa tersangka pelaku, yang diidentifikasi sebagai Chunli Zhao (66 tahun), telah ditahan atas tuduhan menembak mati empat orang di lokasi budi daya tempat dia bekerja dan tiga lainnya di dekat perusahaan tersebut.
Insiden di Half Moon Bay terjadi berselang 48 jam setelah penembakan massal pada malam perayaan Tahun Baru Imlek di sebuah sanggar tari di Monterey Park, California, yang juga menewaskan seorang warga China lainnya.
China dan Amerika berselisih
Tragedi berdarah yang menimpa warga China memang terlalu jauh bila dikaitkan hubungan Beijing-Washington yang kerap berselisih dalam beberapa waktu belakangan ini.
Kedua negara memiliki ego dan sikap yang berbeda dalam menyikapi beberapa hal. Misalnya soal krisis Ukraina. China menegaskan posisinya sama sekali tidak mendukung China.
Kemudian dalam isu perdagangan. China dan Amerika juga kerap berselisih. Beberapa waktu lalu dalam sebuah pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Jumat (27/1/2023), Beijing menyebut Washington sebagai "pengganggu sepihak". Sementara AS menuduh saingannya melakukan tindakan pembalasan ilegal.
Duta Besar China untuk WTO Li Chenggang berbicara pada pertemuan tentang sengketa perdagangan tak lama setelah Amerika Serikat mengajukan banding terhadap serangkaian putusan WTO yang melibatkan China, Turki, Norwegia, dan Swiss yang menemukan bahwa tarif logam AS melanggar aturan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
12 Rekomendasi Kue Kaleng untuk Suguhan Lebaran Anti-Zonk, Isi Full!
-
Sikat Terminal Bayangan di Pasar Rebo, Petugas Gabungan Beri Sanksi ke 6 Bus AKAP Bandel
-
Mojtaba Khamenei Resmi Pimpin Iran, Hezbollah: Musuh-musuh Iran Akan Gemetar
-
Prabowo Bilang 'Siap-Siap Sulit', Rakyat Menjawab: 'Pak, Kami Sudah Sulit!'
-
Sarankan Reformasi Polri Fokus Pembenahan Kualitas Internal, Pusham UII Ingatkan Risiko Politisasi
-
Jufri Rahman: Forum Industri Jasa Keuangan Bisa Menentukan Arah Ekonomi Sulsel ke Depan
-
THR Sudah Cair? Begini Cara Kelolanya Agar Dompet Gak Kiamat Usai Lebaran
-
Kantor Media Dibakar Buntut Berita Bias Kasus Pembunuhan Sadis Aktivis Anti Pemerintah
-
Jasa Marga Proyeksikan 3,5 Juta Kendaran Wara-wiri Mudik di Jalan Tol
-
Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM 21 Hari Cukup: Seperti Tandon, Sebelum Habis Sudah Diisi Lagi