- Kemensos dan DEN mendemonstrasikan sistem digital verifikasi bantuan sosial secara real-time di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.
- Sistem menggunakan pemindaian biometrik dan integrasi basis data nasional untuk memastikan kelayakan penerima bantuan secara transparan dan akuntabel.
- Teknologi ini telah diuji coba di 42 kabupaten/kota dengan menyediakan fitur sanggah bagi masyarakat untuk memperbarui data informasi kelayakan.
Suara.com - Pemerintah mulai menerapkan sistem digital dalam proses pengajuan bantuan sosial (bansos) yang memungkinkan verifikasi data calon penerima dilakukan secara otomatis dan real time.
Melalui sistem ini, berbagai data mulai dari kepemilikan kendaraan, status pekerjaan, konsumsi listrik hingga aset tanah dapat diperiksa sebelum bantuan disetujui.
Sistem tersebut didemonstrasikan Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dalam paparannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan digitalisasi bansos menjadi bagian dari reformasi tata kelola perlindungan sosial yang lebih transparan dan akuntabel.
"Melalui sistem ini, setiap pengajuan bansos dapat langsung diketahui hasilnya, termasuk alasan diterima atau ditolak. Ini penting untuk menghindari perdebatan di lapangan dan meningkatkan kepercayaan publik," kata Gus Ipul.
Dalam simulasi yang dilakukan di hadapan anggota DPR, sistem diuji melalui pendaftaran bansos menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan verifikasi biometrik berupa pemindaian wajah atau liveness detection.
Perwakilan Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Rahmat Danu Andika, menjelaskan bahwa sistem terlebih dahulu memastikan identitas pemohon sesuai dengan data kependudukan.
"Barusan yang terjadi adalah satu, dicek bahwa yang bersangkutan betul manusia di depan handphone, dan yang kedua dicek ke Dukcapil sebagai source of truth biometrik populasi Indonesia. Bahkan tanpa meng-input nama, data langsung muncul secara real-time sebagai balikan dari Dukcapil," ujar Rahmat.
Setelah proses autentikasi selesai, sistem akan melakukan pemeriksaan lintas basis data yang terhubung secara nasional.
Baca Juga: Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat
"Begitu pengajuan dilakukan, sistem secara instan akan bertanya ke berbagai sumber data mulai dari kepemilikan kendaraan, status pekerjaan dan upah, konsumsi listrik, hingga kepemilikan aset tanah semuanya database to database secara real time," jelasnya.
Menurut Rahmat, sistem bekerja menggunakan pendekatan data exchange platform yang menghubungkan berbagai basis data pemerintah.
Selain itu, sistem juga terintegrasi dengan data desil kesejahteraan milik Badan Pusat Statistik (BPS) yang digunakan sebagai dasar penentuan kelayakan penerima bantuan.
Seluruh proses verifikasi berlangsung dalam hitungan detik. Hasil penilaian juga disertai alasan yang dapat ditelusuri sehingga masyarakat dapat mengetahui faktor yang memengaruhi keputusan sistem.
Dalam simulasi tersebut, pengajuan yang dilakukan menunjukkan hasil tidak layak menerima bantuan. Sistem menampilkan sejumlah faktor yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kepemilikan aset, tingkat konsumsi listrik hingga posisi pemohon dalam desil kesejahteraan.
Kemensos juga menyiapkan mekanisme sanggah bagi masyarakat yang merasa data yang digunakan belum sesuai. Melalui fitur tersebut, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data yang akan terhubung langsung dengan sistem nasional sebelum penetapan penerima manfaat dilakukan.
Penggunaan autentikasi biometrik menjadi salah satu fitur utama dalam sistem ini. Teknologi liveness detection digunakan untuk memastikan pengajuan dilakukan oleh individu yang benar-benar hadir, bukan melalui foto, video, atau bentuk manipulasi digital lainnya.
Saat ini implementasi digitalisasi bansos telah diuji coba oleh Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) melalui skema e-targeting dan tengah dikembangkan di 42 kabupaten/kota sebagai bagian dari transformasi digital nasional.
Berita Terkait
-
MBG Bau Tengik, Plastik Mahal! Jeritan Pedagang Tanah Abang di Tengah Demo BGN
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI
-
Cara Berbeda TOP 1 Indonesia Edukasi Pentingnya Rawat Mesin dari Ketinggian
-
Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan
-
Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan
-
Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global
-
Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
-
Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya
-
504 Kepala Daerah Korup Sejak 2005, Mengapa Dana Banpol Tak Mampu Memperbaiki Kualitas Politik?
-
Menaker Serahkan Dokumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO, Wujudkan Pesan Presiden Prabowo
-
Malam Hari, Bupati Muara Enim Nonaktif Edison Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap BPK