/
Rabu, 01 Februari 2023 | 22:19 WIB
Istilah Hisab, Hilal dan Rukyat ((Pixabay))

Pasti Anda pernah mendengar mengenai istilah Hilal, Hisab hingga Syawal ketika menyambut bulan Ramadhan. Namun, Anda kini tidak perlu bingung dengan istilah tersebut, karena kami akan memberikan penjelasan supaya lebih mengenal istilah Hilal, Hisab hingga Syawal. 


Di bulan Ramadhan biasanya publik mendapatkan informasi seputar Hilal, Hisab, Syawal dan lain sebagainya. Hanya saja, banyak dari mereka yang tidak terlalu mengetahui makna dari kata-kata tersebut. 


Oleh karenanya, kami akan memberikan informasi mengenai istilah-istilah tadi. Silakan simak sampai akhir ya!


1. Hilal 


Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi pada arah dekat matahari terbenam. Hilal menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam, dan kerap dipakai untuk menentukan bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. 


Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. 


2. Hisab 


Hisab merupakan perhitungan atau penentuan awal bulan pada kalender Hijriyah dengan cara matematis dan astronomis. Dalam Islam, hisab digunakan dalam memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.


Dalam metode hisab ini, akan menjadikan posisi bulan untuk dijadikan sebagai penanda masuknya periode awal kalender hijriyah. Sementara posisi matahari digunakan sebagai penanda masuknya atau pergantian waktu sholat.

Baca Juga: Diperdaya Teman Kencan Online, Gadis Gunungkidul Diturunkan di Tengah Jalan hingga Motor Melayang


3. Rukyat 


Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal. Yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtima’ (konjungsi), rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.


Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis.


Apabila saat melakukan rukyat, hilal terlihat, maka pada waktu petang atau maghrib waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maqhrib hari berikutnya.


4. Sidang Isbat 


Menurut Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sidang isbat adalah pertemuan untuk menetapkan bulan berkaitan dengan ibadah. Namun secara lebih populer, di Indonesia siding isbat dikaitkan dengan penentuan datangnya bulan Ramadhan, Idul Fitri, idul Adha hingga isbat Nikah.

Load More