Putaran kedua kompetisi BRI Liga 1, PSIS Semarang melakukan perubahan pada pemain dan staf pelatih. Laskar Mahesa Jenar punya pelatih fisik baru.
Manajemen PSIS mendatangkan pelatih fisik, Alex Aldha Yudi setelah posisi tersebut ditinggalkan oleh Afif Prasetiawan.
Pelatih fisik asal Padang ini sebelumnya merupakan asisten pelatih bidang fisik di Timnas dalam era pelatih kepala, Shin Tae-yong pada tahun 2020-2021.
Sebelum menjadi pelatih fisik Timnas, Alex Aldha Yudi juga sempat menjadi asisten pelatih Timnas Putri pada tahun 2018.
Pelatih fisik dengan lisensi A AFC ini diharapkan mampu mendongkrak performa fisik pemain PSIS di sisa kompetisi BRI Liga 1 musim ini.
“Kami datangkan coach Alex untuk mengisi posisi pelatih fisik. Dengan pengalamannya di level Timnas baik saat menjadi asisten Shin Tae-yong atau pun saat menjadi asisten pelatih Timnas Putri diharapkan mampu meningkatkan level fisik pemain PSIS saat ini,” tutur CEO PSIS, Yoyok Sukawi dikutip dari situs resmi klub asal semarang tersebut pada Kamis (2/2/2023).
Selain aktif menjadi pelatih fisik, Alex Aldha Yudi sendiri juga merupakan seorang akademisi dengan berprofesi sebagai dosen di Universitas Negeri Padang (UNP) dan saat ini telah menyandang gelar doktor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Terungkap Kasus Penimbunan Solar Subsidi Ilegal di Klaten, Omzet Pelaku Rp200 Juta per Bulan
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
PGRI Jatim Murka, Lahan SD Aktif di Blitar Mau Digusur Demi KDMP
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?