- Ahmad Dofiri mengungkap adanya praktik jual-beli kuota khusus penerimaan anggota Polri di Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.
- Polri berkomitmen memperbaiki transparansi rekrutmen bagi pendaftar jalur prestasi dan wilayah 3T agar sesuai tujuan awal organisasi.
- Polri akan menghapus istilah jalur kuota khusus untuk mencegah kesalahpahaman dan praktik transaksi ilegal dalam proses seleksi anggota.
Suara.com - Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Ahmad Dofiri mengungkapkan adanya pihak-pihak yang diduga menjual-beli kuota khusus dalam penerimaan anggota Polri.
Padahal, kuota tersebut seharusnya digunakan untuk mengakomodasi calon dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kuota khusus juga diimplementasikan bagi calon anggota dari jalur prestasi.
“Cuman karena ada kemudian yang mendompleng, di situ lah kira-kira,” kata Dofiri di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Untuk itu, dia menegaskan Polri tetap akan mengakomodasi calon anggota yang berasal dari 3T dan yang berprestasi. Namun, jalur khusus itu akan diatur secara transparan dan kembali sesuai dengan tujuan awal.
“Nah, ke depan itu tetap, tapi mereka yang punya prestasi, mereka yang dari daerah 3T itu tetap diperhatikan, tetapi nanti aturannya lebih jelas,” ujar Dofiri.
Penerimaan anggota kepolisian untuk yang berasal dari daerah 3T dan berprestasi ini disebut tetap harus linear dengan tugas pokok dan fungsi Polri.
“Jadi, tidak sembarang ambil saja, gitu loh,” ucap Dofiri.
Di sisi lain, Dofiri menegaskan istilah “jalur kuota khusus” yang disebut perlu dihapus. Dofiri mengatakan istilah itu sempat menimbulkan kesalahpahaman. Menurut dia, wacana penghapusan istilah tersebut berasal dari aspirasi masyarakat terkait dugaan praktik transaksi dalam rekrutmen anggota Polri.
“Kapolri sendiri yang menyampaikan, termasuk ASDM, tidak ada istilah jalur kuota khusus. Nah, bukan berarti jalur kuota khusus berbayar begitu ya,” tegas Dofiri.
Baca Juga: Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
Berita Terkait
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat