PSM Makassar menang tipis 1-0 atas Arema FC setelah menjalani laga keras yang diwarnai dua kartu merah pada pertandingan Liga 1 yang dimainkan di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu sore.
Gol semata wayang pada laga tersebut dibukukan penyerang asal Jepang Kenzo Nambu pada menit ke-65.
Dengan hasil itu, PSM untuk sementara naik ke posisi kedua klasemen Liga 1 dengan koleksi 44 poin, jumlah poin yang sama dengan yang dimiliki pemuncak klasemen Persija Jakarta. Namun PSM kalah head to head dengan Macan Kemayoran.
Sementara itu, kekalahan beruntun kelima bagi Singo Edan tersebut membuat Arema menghuni posisi kesepuluh dengan koleksi 26 poin, demikian catatan laman resmi Liga Indonesia.
Permainan pada babak pertama berlangsung keras, namun Arema sempat mencuri peluang melalui umpan tarik mendatar Muhammad Rafli, yang gagal disambar Ilham Udin.
Arema terpaksa bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-34 menyusul pelanggaran keras Jayus Hariono terhadap Akbar Tanjung sehingga membuat wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah.
Meski unggul jumlah pemain, namun pasukan Bernardo Tavares gagal menciptakan ancaman berbahaya ke gawang Arema. Mereka tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan ke gawang Adilson Maringa sebelum turun minum.
Pada menit ke-48, PSM juga harus kehilangan satu pemain akibat kartu merah karena Safrudin Tahar dinilai mengangkat kaki terlalu tinggi saat menekel Ilham Udin.
Dengan jumlah pemain yang sama di antara kedua tim, PSM justru mampu memecah kebuntuan pada pertengahan babak kedua. Diawali umpan mendatar Yance Sayuri, bola kemudian mampu disambar Kenzo sambil menjatuhkan diri untuk membobol gawang Adilson.
Baca Juga: Witan Sulaeman Bergabung, Ini Dahsyatnya Formasi Persija Jakarta, Bisa Juara BRI Liga 1?
Penderitaan Arema masih berlanjut setelah Kushedya Hari Yudo yang tampil untuk menggantikan Dendi Santoso pada menit ke-73 harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat cedera. Ia kemudian digantikan oleh Hamzah Tito.
Sampai peluit panjang ditiup wasit Cahya Sugandi tidak tercipta gol tambahan. PSM pun pulang dari laga di ibukota dengan membawa pulang poin maksimal.
Daftar susunan pemain:
Arema: Adilson Maringa, Rizky Dwi Febrianto, Sergio Silva, Bagas Nugroho, Johan Ahmad Farizi, Renshi Yamaguchi, Jayus Hariono, Dendi Santoso (Kusheda Hari Yudo 73' (Hamzah Tito 79')), Muhammad Rafli (Evan Dimas 60'), Ilham Udin (Dedik Setiawan 60'), Abel Camara
PSM: Reza Arya Pratama, Yance Sayuri (Agung Mannan 87'), Yuran Lopes, Safrudin Tahar, Muhammad Rizky Eka, Ananda Raehan (Rasyid Bakri 69'), Kenzo Nambu (Gunansar Mandowen 80'), Akbar Tanjung, Yakob Sayuri, Wiljan Pluim (Ramdhan Sananta 80'), Everton
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena