Suara Joglo - Fakta-fakta baru terungkap dalam sidang kasus Tragedi Kanjuruhan Malang. Misalnya penjelasan Ari Dwi Nanto, anggota Brigade Mobil (Brimob) Porong menjadi saksi kedua dalam sidang itu.
Ia menceritakan, saat itu papan sekor pertandingan di Stadion Kanjuruhan sudah menunjukkan anga 3-2 untuk kemenangan Persebaya Surabaya. Situasi suporter sudah mulai memanas dan gaduh.
Suporter banyak yang kecewa. Rasa kecewa tersebut dilampiaskan pada polisi, termasuk saksi Ari Dwi Nanto. Ia mengaku dilempar nasi bungkus dan botol berisi air pipis atau urine.
"Suporter sudah seperti kecewa. Mereka melampiaskan kekecewaan mereka pada kami dapat lemparan dalam bentuk nasi bungkus bekas. Bungkus popmie, botol isi air kencing. Kami bertahan, cuma baunya amis dan pesing itu," ujar saksi Ari Dwi dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Kamis (09/02/2023).
Ari menjelaskan, kedatangannya ke Kanjuruhan atas dasar perintah yang dituangkan dalam surat perintah dari dansat Polda Jatim. Dia tiba di stadion Kanjuruhan sekitar pukul 14.30 Wib. Saat itu cuaca hujan sehingga apel dilakukan di tribun penonton VIP. Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Malang.
"Dalam arahan Kapolres seingat saya, dilarang membawa senjata api dan senjata senjata tajam bagi para aparat keamanan. Dilarang eksesif (berlebihan) dan kita diminta menghadapi ancaman yang ada dengan kemampuan serta peralatan yang kita miliki," ujarnya.
Saksi sendiri saat itu berada di ring dua yakni memeriksa dari pintu ke pintu penonton. Saat pertandingan memasuki menit ke 80, kita harus bergeser ring 1 menggantikan posisi Kompi Malang yang melaksanakan pengamanan. Pergeseran melalui pintu B samping selatan tribun VIP.
"Kita lewat pintu B karena bersamaan mengambil anggota per pos, kita juga lihat pintu tertutup yang terbuka hanya B jadi masuk situ," ujarnya.
Saat ditanya bagaimana situasi di luar stadion, saksi mengatakan banyak penonton di luar tapi tidak bisa masuk, padahal mereka memiliki tiket.
Baca Juga: Bakal Tarik Rancangan Aturan Jalan Berbayar dari Dewan, Heru Budi: Tergantung DPRD DKI
Saat pertandingan sudah berakhir kata saksi, pemain Persebaya langsung lari ke loker atau ruang ganti tanpa adanya salaman dengan pemain lawan dan wasit seperti biasa.
"Di situlah kami lihat banyak lemparan ke pemain-pemain itu. Kemudian suporter turun ke lapangan berusaha memprovokasi suporter lain akhirnya di sektor selatan juga trprovokasi banyak yang turun kita himbau agar naik lagi ke atas," ujarnya.
"Tapi karena desakan dari atas, mereka ga bisa kembali akhirnya turun brsamaan. Kita berusaha halau ke timur. Karena ada pintu besar dimungkinkan bisa kami dorong biar keluar dari stadion lewat itu. Trnyata pintu F besar itu tertutup," kata Ari.
Setelah itu lanjut saksi, penonton terkumpul di tengah lapangan depan lorong ruang ganti pemain. Sementara penonton yang lain terus turun ke timur, dan Brimob tidak ada yang jaga disitu karena Brimob difokuskan di sisi Utara dan Timur.
"Di posisi saya saat itu tidak ada Steward, tapi kita lihat dari kejauhan Steward menghalau suporter," katanya.
Berita Terkait
-
Puasa Kemenangan RANS Nusantara FC Berlanjut, Rodrigo Santana: Saya Minta Maaf
-
Termasuk Carlos Fortes, Ini 3 Pemain Asing yang Gagal Bersinar di PSIS Semarang
-
Tanpa Diduga! Kemenangan Arema FC Ternyata Baik untuk Sepak Bola Indonesia, Apa Itu?
-
Sidang Tragedi Kanjuruhan, Saksi Anggota Brimob Sebut Steward Tak Mampu Kendalikan Suporter
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
5 HP Samsung Seri A dengan Layar AMOLED: Display Mewah Harga Murah
-
Ada Merlion Hingga Alat Santet, Ini Sensasi Menyusuri Lorong Waktu di Art Center Purworejo
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Daftar Mobil Listrik Paling Diminati di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru di Indonesia
-
Viral Isi Chat Grup Orang Tua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI, Anggap Anak Jadi Korban
-
Street Style Goals, Intip 4 Ide Daily Outfit ala Han So Hee yang Edgy Abis!
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI