- Survei Forbes Health menunjukkan 78 persen pengguna aplikasi kencan di Amerika Serikat mengalami kelelahan mental atau burnout.
- Generasi muda dan perempuan paling terdampak akibat sulitnya membangun koneksi emosional yang autentik serta berulang kali gagal.
- Dampak negatif seperti ghosting, catfishing, dan tekanan pengambilan keputusan memicu dating app fatigue.
Suara.com - Fenomena mencari pasangan secara digital kini telah mencapai titik jenuh baru yang dikenal sebagai dating app fatigue.
Banyak pengguna aktif aplikasi kencan melaporkan kelelahan emosional dan mental akibat proses swipe (menggeser layar) yang seolah tak ada habisnya.
Berdasarkan survei terbaru dari Forbes Health terhadap 1.000 pengguna aplikasi kencan di Amerika Serikat, terungkap fakta mengejutkan: 78 persen pengguna mengalami kejenuhan akut atau burnout.
Kelelahan ini bukan sekadar rasa bosan, melainkan tekanan psikologis nyata yang berdampak pada kesehatan mental para lajang di berbagai belahan dunia.
Salah satu pemicu utama adalah decision fatigue, kelelahan dalam mengambil keputusan, yang muncul karena pengguna dihadapkan pada ribuan profil tanpa henti.
Kondisi ini secara perlahan mengaburkan peluang untuk membangun koneksi emosional yang autentik dan mendalam.
Siapa yang Paling Terdampak?
Survei menunjukkan bahwa generasi muda merupakan kelompok yang paling merasakan kelelahan ini. Hal ini kemungkinan besar berkaitan dengan tingginya intensitas penggunaan aplikasi kencan dan komunikasi digital di kalangan mereka.
Menariknya, perempuan dilaporkan lebih rentan mengalami kelelahan dibandingkan laki-laki. Sebanyak 80% perempuan mengaku merasakan tingkat kelelahan tertentu, sementara pada laki-laki angkanya mencapai 74%.
Rufus Tony Spann, Ph.D., seorang terapis seks bersertifikat dan anggota Dewan Penasihat Kesehatan Forbes, menjelaskan bahwa perbedaan ini mungkin berkaitan dengan cara masing-masing gender membangun koneksi.
"Perempuan cenderung memimpin dengan koneksi emosional, sementara laki-laki dengan koneksi fisik. Koneksi emosional bisa berdampak lebih dalam, sehingga lebih melelahkan ketika tidak berjalan sesuai harapan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa berulang kali membangun koneksi emosional dengan orang yang berbeda dapat menjadi tantangan tersendiri untuk pulih ketika hubungan tidak berhasil.
Akar Masalah: dari Koneksi yang Gagal hingga Tekanan Sosial
Ketika ditelusuri lebih jauh, alasan utama di balik dating app fatigue cukup beragam. Sekitar 40% responden menyebutkan sulitnya menemukan koneksi yang bermakna sebagai penyebab utama. Hal ini diikuti oleh:
- Kekecewaan terhadap orang lain (35%)
- Perasaan ditolak (27%)
- Percakapan yang berulang dengan banyak orang (24%)
- Aktivitas menggeser profil (swiping) yang melelahkan (22%)
- Waktu yang dihabiskan di aplikasi (21%)
Selain itu, sekitar 20% responden merasa tertekan untuk menampilkan diri dengan cara tertentu, sementara 18% lainnya merasa lelah karena harus mengelola profil dan menggunakan beberapa aplikasi sekaligus.
Berita Terkait
-
Dari Floral hingga Gourmand, Ini 5 Parfum Wanita yang Cocok untuk Kencan
-
Satu Sepatu Segala Suasana: Tips Styling Sneakers Putih dari Kantor hingga Kencan
-
5 Parfum yang Cocok Dipakai Malam Hari, Wangi Elegan untuk Kencan dan Acara Spesial
-
Dating Apps dan Kesepian di Tengah Keramaian Kota
-
Lelah Drama dalam Percintaan? 5 Alasan Quiet Dating Cocok untuk Pekerja Sibuk
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Menyiapkan Generasi Penjaga Lingkungan, Ratusan Pelajar Belajar Konservasi di Hutan Mangrove
-
Cara Membedakan Sepatu Melissa Ori dan KW, Awas Tertipu Barang Palsu
-
Hukum Menikah saat Hamil Duluan, Apakah Harus Menunggu Lahiran? Ini Kata Ulama
-
Anak Hasil Hamil di Luar Nikah Nasabnya ke Siapa? Ini Pandangan Ulama dan Hukum Indonesia
-
Profil Eka Rismayanti dan Radiansyah, Pasutri Owner WO Marwah yang Tipu 58 Calon Pengantin
-
3 Zodiak yang Keuangannya Paling Bersinar dan Hoki Mulai 2 Juni 2026, Kamu Termasuk?
-
4 Parfum Lokal Aroma Bunga yang Wanginya Elegan Rekomendasi Beauty Vlogger
-
Bolehkah Akad Nikah 2 Kali dalam Islam? Begini Hukumnya Menurut Buya Yahya
-
Bikin Rezeki Seret? Ini Warna Dompet yang Sebaiknya Dihindari Menurut Feng Shui
-
Saat Dunia Kerja Berubah, Generasi Muda Dituntut Siap: Keterampilan Digital Jadi Kunci