Suara Joglo - Shin Tae-yong baru-baru ini kembali mendesak PSSI untuk mempercepat proses naturalisasi tiga pemain Timnas Indonesia U-20.
Adapun ketiga pemain keturunan yang saat ini sedang dalam proses naturalisasi adalah Ivar Jerner, Justin Hubner, dan Rafael Struick.
Bahkan tanpa ragu Shin Tae-yong langsung menyebut Presiden untuk membantu mempercepat proses naturalisasi ketiga pemain tersebut.
Karena menurut Shin Tae-yong, dengan bergabungnya Ivar Jerner, Justin Hubner, dan Rafael Struick maka dirinya baru bisa membangun tim yang baik.
"Memang proses naturalisasi U-20 sedikit terlambat dan saya mohon perhatiannya dari Pak Presiden, tiga pemain ini harus cepat bergabung barulah kita membuat tim yang baik. Jujur sampai saat ini memang sangat kurang waktunya buat membuat tim yang baik," kata Shin Tae-yong dilansir dari akun Instagram @blitznews_football (20/02/2023).
Kendati demikian, pelatih asal Korea Selatan tersebut juga menghimbau kepada wartawan agar proses naturalisasi Ivar Jerner, Justin Hubner, dan Rafael Struick mendapat perhatian yang lebih.
"Jadi, saya mohon pada wartawan di sini agar menjadi perhatian lebih dari sekarang dan ada juga perhatian dari Pak Presiden dan Menpora terhadap Piala Dunia U-20 memohon sekali kepada para pihak agar cepat menaturalisasi, prosesnya cepat, baru bisa membuat tim yang baik," imbuhnya.
Kendati demikian pernyataan Shin Tae-yong tersebut lantas mendapat respon dari kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang memberikan komentar akan perkataan pelatih Timnas Indonesia itu.
"Memang untuk Piala Dunia, perlu pemain keturunan yang bermain di Eropa," ungkap salah seorang netizen.
Baca Juga: Ridwan Kamil Bakal Minta Keterangan dari Bupati Indramayu Usai Bertemu Lucky Hakim
"Semoga pas pildun pemain udh komplit semuanya, Marcelino dan 3 pemain keturunan," ucap netizen satunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel