Suara Joglo - Ratu Tisha akhirnya buka suara di hadapan publik. Wakil Ketua Umum PSSI tersebut memberikan pernyataan terkait penggunaan VAR di Liga 1.
Tidak dapat dipungkiri, setelah resmi terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023-2027, pertanyaan terkait penggunaan VAR kerap menyita perhatian publik. Pasalnya VAR menjadi salah satu janji Erick Thohir saat pencalonan.
Kendati demikian berbagai statemen telah dikeluarkan oleh mantan Presiden klub Inter Milan tersebut. Terbaru, Ratu Tisha juga memberikan penjelasan terkait penggunaan VAR di Liga 1.
Menurut Ratu Tisha, penggunaan VAR di Indonesia bukanlah terkendala di bagian alat, melainkan ia menekankan bahwa SDM (Sumber Daya Manusia) yang masih menjadi masalah.
"VAR di Indonesia bukan masalah alat. Tapi masalah SDM (Sumber Daya Manusia). Ketika ada VAR, selain wasit yang bertugas di lapangan, kita mesti memiliki wasit yang bisa mengoperasikan VAR dengan kompetensi. Jadi, challenge-nya bukan infrastruktur, tapi SDM," ungkap Ratu Tisha dilansit dari akun Instagram @fakta.timnas (21/02/2023).
Kendati demikian, Ratu Tisha lantas menanyakan terkait jumlah wasit yang dinilai kinerjanya bagus dan siap untuk di-upgrade kualitasnya agar bisa mengoperasikan VAR.
"Ada berapa wasit kita yang tersedia? Wasit yang masuk kategori level bagus untuk di-upgrade untuk mengoperasikan VAR. Lalu, ada berapa wasit muda kita?" Tanya Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha.
Pernyataan Ratu Tisha terkait VAR tersebut lantas tak luput dari perhatian kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang juga mengomentari statemen Waketum PSSI itu.
"Tak mudah dan tak instan demi menaikkan kualitas kompetisi Liga di Indonesia. Kita hitung saja dalam sepekan ada 9 pertandingan. Setiap pertandingannya setidaknya ada 4 wasit yang bekerja sebagai operator VAR (lain dengan wasit di lapangan). Setidaknya PSSI harus memiliki 36 wasit yang bisa mengoperasikan VAR," ungkap salah seorang netizen.
Baca Juga: Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter Rombongan Kapolda Jambi
"Pertanyaannya kalau tidak dimulai pelatihannya kapan lagi Liga Indonesia menggunakan VAR? Semoga secepatnya bisa teralisasi," tanya netizen yang lain.
"Bener sihhh sebenarnya permasalahnya kita di SDM banyak di indonesia dibuatkan insfraktuktur tapi disaat dsuruh pakai gabisa dan disaat dsuruh belajar gak ada mau tapi pingin ttep gaji besar nah disaat pakai SDM dari negeri lain semua protes," ujar netizen satunya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Dialog Oman Dimulai, Harga Minyak Dunia Merosot pada Akhir Pekan
-
Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang
-
Meski Tengah Gonjang-Ganjing, OJK Pede Bisa Koleksi Rp 250 T dari Pasar Modal
-
Kemensos Bidik 400 Ribu Lansia dan Disabilitas Akan Dapat MBG
-
Gunakan AI, Fitur Auto-Dubbing YouTube Sekarang Tersedia 27 Bahasa
-
Santai Jelang Diperiksa Polisi, Haris Azhar: Klarifikasi Pandji Masih Tahap Ngobrol
-
Cetak Sejarah, Produk Cokelat Asal Indonesia Resmi Jadi Sponsor Gresini Racing di MotoGP
-
Panik Gempa Dini Hari, Belasan Warga Bantul Luka-luka Akibat Terbentur saat Selamatkan Diri
-
Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
-
Jaksa Sebut Temukan Bukti Tekanan Proyek Chromebook, Kesaksian PPK Berpotensi Beratkan Nadiem