- Kemensos menargetkan 400 ribu lansia dan disabilitas sebagai penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis terintegrasi.
- Distribusi makanan kini menggunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terdekat, menggantikan mekanisme kelompok masyarakat sebelumnya.
- Caregiver Kemensos akan mengantarkan makanan dengan fokus prioritas lansia 75 tahun ke atas dan disabilitas berat.
Suara.com - Kementerian Sosial menargetkan sekitar 400 ribu lansia dan penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini disatukan dengan skema nasional bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, pemberian makan untuk lansia dan disabilitas bukan program baru Kemensos. Namun, tahun ini pelaksanaannya dirancang terintegrasi dengan MBG.
“Kalau selama ini kan Kemensos, sekarang kita sedang berusaha ini menjadi satu kesatuan dari program Makan Bergizi Gratis,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dalam skema baru ini, distribusi makanan untuk lansia dan penyandang disabilitas tidak lagi melalui kelompok masyarakat (pokmas).
Penyaluran akan dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG terdekat. Sehingga setiap SPPG yang ditunjuk nantinya harus menambah jumlah porsi MBG yang dimasak khusus lansia dan disabilitas.
Sasaran utama program ini merupakan lansia usia 75 tahun ke atas, terutama mereka yang tinggal sendiri. Namun, Gus Ipul membuka peluang perluasan usia apabila alokasi anggaran masih tersedia.
“Kalau alokasinya masih ada, ya bolehlah nanti 75 tahun ke bawah. Dan yang diprioritaskan yang tinggal sendiri,” ujarnya.
Untuk penyandang disabilitas, Kemensos memprioritaskan disabilitas berat, tanpa batasan usia. Gus Ipul menyebut klasifikasi disabilitas masih dalam tahap pembahasan, namun fokus awal tetap pada kelompok paling rentan.
Secara keseluruhan, Kemensos mengajukan alokasi 300 ribu hingga 400 ribu penerima manfaat, mencakup lansia dan penyandang disabilitas.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan program sebelumnya yang hanya menjangkau sekitar 100 ribu lansia dan 36 ribu penyandang disabilitas.
“Dari sebelumnya kan 100.000 lansia, 36.000 penyandang disabilitas. Nah ini kita coba tingkatkan menjadi 400.000,” ujar Gus Ipul.
Distribusi makanan akan melibatkan caregiver yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial. Peran caregiver dinilai penting karena banyak lansia membutuhkan pendampingan dan perawatan khusus.
“Nanti yang mengantarkan itu dari Kemensos atau caregiver. Karena lansia-lansia itu kan kadang perlu perawatan, perlu pengasuhan,” jelasnya.
Satu caregiver direncanakan menangani 20 hingga 40 penerima manfaat. Sementara soal pendanaan, Gus Ipul memastikan anggaran makanan sepenuhnya mengikuti skema MBG nasional, sedangkan urusan pengantaran menjadi tanggung jawab Kemensos.
“Dananya sepenuhnya ikut MBG. Tapi untuk mengantarnya itu caregiver nanti dari Kementerian Sosial,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT