Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono merespons kabar duka terkait kasus siswa sekolah dasar yang meninggal dunia akibat bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi alarm serius bagi semua pihak tentang pentingnya memastikan akses pendidikan yang adil bagi seluruh anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu.
Agus Jabo menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menjalankan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan.
“Sekolah Rakyat adalah program strategis Presiden Prabowo yang bertujuan untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap bisa mengakses pendidikan yang layak. Calon siswanya berasal dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam DTSEN, khususnya desil 1 dan 2,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Agus Jabo menjelaskan, proses rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat dilakukan secara aktif oleh tim di lapangan dengan cara mendatangi langsung rumah calon siswa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa siswa benar-benar berasal dari keluarga miskin dan berhak menerima program tersebut.
“Data calon siswa kemudian disahkan oleh wali kota atau bupati, lalu diserahkan ke Kementerian Sosial. Ini agar prosesnya transparan dan tepat sasaran,” jelasnya.
Agus Jabo meminta pemerintah daerah agar proaktif melakukan pemutakhiran data dan segera mengusulkannya melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos RI agar keluarga kurang mampu yang desil nya belum tepat dapat segera diperbaiki dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Pemda harus pro aktif segera melakukan pemutakhiran dan mengusulkan melalui Pusdatin Kemensos,” tukasnya.
Terkait pembangunan Sekolah Rakyat, Agus Jabo menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan agar setiap kabupaten dan kota di Indonesia minimal memiliki satu Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Dari Skala Ekosistem Vietnam ke Ambisi Elektrifikasi Indonesia: Keyakinan Dealer VinFast
Untuk itu, pemerintah daerah diminta segera mengusulkan lahan kepada Kementerian Sosial sebagai langkah awal pembangunan.
“Semakin banyak Sekolah Rakyat yang dibangun, maka semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang bisa bersekolah. Dengan begitu, kita berharap tragedi seperti yang terjadi di Kabupaten Ngada, NTT, tidak akan terulang kembali di masa depan,” pungkasnya.***
Berita Terkait
-
Dari Skala Ekosistem Vietnam ke Ambisi Elektrifikasi Indonesia: Keyakinan Dealer VinFast
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!
-
Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri