Suara Joglo - Saat ini merupakan tahun politik. Sebab momentum masa-masa sekarang merupakan proses tahapan politik menjelang coblosan Pemilu 2024 dilewati. Tahun ini pula kepentingan-kepentingan politik masuk ke segala arah mata penjuru angin.
Misalnya, akan banyak tokoh-tokoh politik masuk kampus, masuk masjid, masuk sekolahan, masuk dunia apa saja. Nah, khusus untuk dunia keagamaan ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memperingatkannya. Ia berharap agar berbagai kegiatan keagamaan mawas diri.
Moeldoko berharap kegiatan-kegiatan keagamaan mulai sekarang tidak memiliki muatan-muatan politis. Ia pun mencontohkan majelis zikir di Kota Surabaya yang tetap berlangsung khidmat dan tidak memiliki muatan-muatan politis.
"Seperti Majelis Zikir Al Khidmah ini. Meski dihadiri tokoh ormas politik dan pejabat negara, tapi kegiatan berlangsung tanpa muatan-muatan politis," kata Moeldoko pada acara Haul Akbar Majelis Zikir Al Khidmah di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (05/03/2023).
Moeldoko menyampaikan bahwa keberadaan majelis-majelis zikir sangat penting untuk memperkuat persatuan Indonesia yang memiliki keragaman suku, adat, budaya, bahasa, dan agama.
"Sebab majelis seperti ini bersifat inklusif dan terbuka bagi siapa pun yang ingin menempuh perjalanan mendekat kepada Allah SWT tanpa membedakan baju dan kulit luar," kata dia.
Mantan Panglima TNI itu memohon seluruh jemaah untuk tidak henti-hentinya mendoakan bangsa dan negara agar bisa melewati berbagai tantangan dan ancaman global.
"Lingkungan global saat ini menghadapi krisis pangan, energi, dan keuangan. Untuk itu, saya memohon doanya agar Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin bisa melewati tantangan itu tanpa ada hambatan," kata Moeldoko.
Haul Akbar Majelis Zikir Al Khidmah di Masjid Istiqlal dihadiri kalangan habib, kiai, alim ulama, dan diikuti lebih dari dua ribu jemaah dari berbagai kota di Indonesia.
Baca Juga: 4 Efek Samping dari Operasi Hidung, Salah Satunya Mati Rasa?
Majelis Zikir Al Khidmah didirikan KH Ahmad Asrori Al Ishaqi pada 25 Desember 2005 yang berpusat di Pondok Pesantren Al Fitrah Kedinding, Surabaya.
Tag
Berita Terkait
-
Kebakaran Tanah Merah Plumpang, Panggung Politik Era Jokowi Hingga Kontrak Anies Baswedan
-
Venna Melinda Dituding Caper KDRT Demi Misi Politik, Verrel Bramasta Pasang Badan: Orang Belum Tahu
-
Pakar Politik UGM: Sistem Pemilu Sudah Komprehensif, Rapi dan Berjenjang
-
KPU Bakal Ajukan Banding atas Putusan PN Jakpus, Pakar Politik UGM Soroti Hal Ini
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Siapa Mau Menyusul? Amuk Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya di Tengah Rapat
-
Wanita di Tangerang Diperkosa dan Dibunuh, Jasad Pertama Kali Ditemukan Sang Pacar
-
Jelang Pengumuman MSCI, BEI dan OJK Minta Pembekuan Pasar Modal Indonesia Dicabut
-
7 Cara Menata Jam Dinding di Rumah Menurut Feng Shui agar Estetik dan Hoki
-
Petaka Subuh di By Pass Mojokerto: Pramugari Transjatim Tewas, Truk Misterius Kabur
-
Bansos Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Agustus, Cek Jadwal Pencairannya
-
Letupan Tengah Malam di Bumi Waras: Gudang Frozen Food Rp3 Miliar Ludes Dilalap Api
-
Terungkap di Sidang! Kuota Haji Tambahan Diatur 'Satu Pintu' Lewat Fuad Hasan Masyhur
-
Nathalie Holscher Pasang Badan Tunjukkan Bukti Mewah Usai Suami Dituduh Numpang Hidup
-
IHSG Hari Ini Di Ujung Tanduk, Mampukah Tembus Resistance 6.300?