/
Senin, 06 Maret 2023 | 15:35 WIB
Pemain Borneo FC, Stefano Lilipaly saat sedang latihan. [Inibalikpapan.com] (Inibalikpapan.com)

Aturan baru tentang pemain naturalisasi di kompetisi Liga 1 musim depan mulai menimbulkan polemik dan komentar negatif.

Bahkan komentar pedas itu datang dari sederet pemain naturalisasi yang bermain di berbagai klub BRI Liga 1.

Dalam Sarasehan Sepak Bola Nasional di Surabaya, Sabtu (4/3/2023), PSSI dan peserta klub Liga 1 menyepakati soal aturan pemain.

Terutama jumlah pemain di suatu tim, jumlah pemain asing yang bisa digunakan, dan bahkan aturan pemain naturalisasi.

PSSI pun akhirnya membatasi setiap klub memiliki pemain naturalisasi musim depan, di mana setiap klub hanya diperbolehkan memiliki dua pemain naturalisasi.

Sehingga, setiap klub Liga 1 tak diperbolehkan memiliki lebih dari dua pemain naturalisasi dalam daftar 35 pemain yang didaftarkan pada musim depan.

Sontak saja keputusan itu mengundang komentar pedas dari sejumlah pemain, seperti yang diunggah akun Instagram @garudaskuad, Senin (6/3/2023).

"Kalau main untuk Timnas kita orang Indonesia. Saat main di liga kita orang naturalisasi," tulis Stefano Lilipaly.

"Kami WNI dan semua WNI seharusnya mempunyai hak yang sama. Namun kami merasa peraturan tersebut mendiskriminasi kami sebagai warga negara naturalisasi," tambah Marc Klok.

Baca Juga: Nathalie Holscher Senyum-senyum Bahas Soal Isu Rujuk dengan Sule

Hal senada juga ditegaskan bek Persib Bandung, Victor Igbonefo.

"Kalau main di Timnas WNI, kalau main di klub pemain naturalisasi," tegasnya.

Sebelumnya, 

PSSI bersama kepengurusan barunya yang dipimpin Erick Thohir, melakukan acara Sarasehan Sepak Bola Nasional yang dihelat Sabtu (4/3) di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam Sarasehan tersebut, PSSI turut mengundang perwakilan dari tim Liga 1 maupun Liga 2 untuk membahas sepak bola nasional.

Load More