Jangan khawatir kalau menjalankan ibadah puasa di Malang. Sebab di Malang terdapat beberapa tempat jualan takjil populer. Terdapat aneka takjil menarik yang bisa Anda beli, dan pastinya selalu ramai dikunjungi oleh pembeli.
Salah satu tradisi yang dilakukan menjelang buka puasa, adalah berburu takjil. Mayoritas umat muslim mencari berbagai pusat jualan takjil untuk membeli takjil yang nikmat. Di Malang sendiri, terdapat beberapa tempat takjil populer.
Biasanya tempat ini ramai di bulan puasa, dengan berbagai aneka takjil yang bisa dipilih. Berikut ini ulasan lengkapnya untuk Anda.
1. Lapangan Rampal
Diawali oleh tempat jualan takjil di Lapangan Rampal. Setiap sore atau tempatnya menjelang buka puasa, lapangan ini dipenuhi oleh berbagai penjual takjil. Makanan dan minuman yang dijual beragam dan tentunya dengan harga terjangkau.
Apabila ingin ke Lapangan Rampal, pastikan untuk datang tidak mepet menjelang waktu buka karena biasanya ramai pengunjung. Lokasi Lapangan Rampal berada di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
2. Jalan Soekarno-Hatta
Jalan Soekarno-Hatta Malang sudah sejak lama dikenal sebagai tempat jualan takjil populer di Malang. Pasalnya sejak puluhan tahun lalu, setiap Ramadan jalanan ini menjadi pasar takjil yang menjual aneka takjil kepada masyarakat.
Dengan berbagai pilihan makanan dan minuman, Jalan Soekarno-Hatta menjadi tempat yang populer untuk berburu takjil sekaligus nongkrong. Terkadang diadakan bazar dan acara live music untuk menghibur pengunjung.
Baca Juga: Gegara Balap Liar Sejumlah Mobil Dilempari Batu di Depan Kampus Trisakti
3. Velodrome Sawojajar
Berikutnya adalah Velodrome Sawojajar. Tidak kalah seperti tempat sebelumnya, Velodrome Sawojajar juga selalu ramai penjual takjil. Biasanya setelah ashar hingga magrib akan banyak penjual takjil yang menjajakan makanannya.
Yang menarik, selain berburu menu berbuka, kamu juga bisa mencari buku referensi kuliah dan juga buku-buku lawas. Lokasi Velodrome Sawojajar ada di Jl. Danau Jonge No.1 Sawojajar, Kedungkandang Malang.
4. Jalan Sulfat
Rekomendasi terakhir adalah Jalan Sulfat. Aneka takjil yang dijual cukup lengkap. Terdapat pedagang makanan dan minuman, termasuk aneka es, bakal tumpah-ruah di sepanjang jalanan ini saat sore hari menjelang berbuka.
Bagi Anda yang tertarik, silakan untuk berkunjung ke Jalan Sulfat yang berlokasi di Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Malang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati