Nikita Mirzani baru-baru ini mengadu ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai Dito Mahendra yang tak diborgol atau ditahan padahal memiliki belasan senjata yang diduga ilegal.
Dikutip dari insta storynya, Nikita Mirzani memberikan komentarnya terkait temuan belasan senjata api di kediaman Dito Mahendra.
Dalam komentarnya, Niki turut menyentil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapa institusinya tidak melakukan tindakan tegas terhadap Dito Mahendra.
Ia bahkan menyebut bahwa Dito merupakan bestie Ferdy Sambo tetapi mengapa mendapat perlakuan berbeda dengan mantan Kadiv Propam tersebut yang kini telah divonis hukuman mati.
"Bapak Sigit yang terhormat sehat selalu ya pak saya warga sipil mau bertanya ya pak sama Bapak Kapolri ya pak coba ya pak kalau warga sipil atau orang miskin ato anggota dewan deh ato orang siape punya senjata satu aja pak punya senjata api bodong itu pasti sudah dipenjara pak. Sudah dipenjara ditahan diborgol dipermalukan," ungkapnya, Selasa (21/3/2023).
"Kenapa Dito Mahendra yang sudah punya 15 senjata api tidak jelas dari mana surat-suratnya juga tidak ada kenapa masih bisa lenggang kangkung tidak juga jadi tersangka tidak diborgol tidak ditahan. Itu aja yang mau saya pertanyakan," keluhnya.
Lebih jauh, Nikita Mirzani menyebut bahwa perlakuan terhadap Dito sangat tidak adil lantaran urung ditetapkan sebagai tersangka ataupun ditahan. Ia lalu menyebut Dito merupakan bestie dari Ferdy Sambo dan membandingkan penanganan Sambo yang lebih cepat ketimbang Dito.
"Kenapa ini rasanya tidak adil, padahal Dito Mahendra ini adalah bestienya Sambo. Bapak harus adil sebagaimana mengadili Sambo, tapi Sambo sudah menerima hukumannya tinggal Dito aja nih bestinenya si Sambo pak coba pak ditelusuri terus di-TSK-in dulu pak coba ditahan dulu pak supaya si Dito ini tidak kabur tidak melarikan diri pak," lanjutnya.
Tak hanya di situ, Niki juga sempat mengunggah foto soal temuan belasan senjata api di kediaman Dito Mahendra. Dalam keterangannya ia meminta agar perlakuan hukum jangan tebang pilih.
"Perlakuan hukum jangan tebang pilih, orang yang tertangkap memiliki 1 senjata saja langsung di tangkap.
Pak kapolri semangat bersih bersih, sapu kotoran di dalam institusi saja. Sapu juga mereka yang memberi kotoran ke dalam institusi bapak. Termasuk dito mahendra ini. Pertanyaan semua masyarakat siapa yang terlibat dalam kepemikikan senjata dito mahendra pun harus di umumkan," tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Hankook Tire Indonesia Bidik Dominasi Pasar Ban Kendaraan Listrik dan SUV di Tahun 2026
-
PSG Bantai Klub Dasar Klasemen 3-0, Luis Enrique Merendah
-
Budget Tipis? Ini Smartwatch 200 Ribuan yang Layak Dibeli
-
Alasan Alvaro Arbeloa usai Real Madrid Dipermalukan Osasuna
-
Murka Brimob di Tual Aniaya Pelajar hingga Tewas, Kapolri: Usut Tuntas, Hukum Setimpal!
-
Heboh Naik Jet Pribadi OSO, Menag Nasaruddin Buka Suara di KPK: Tak Ada Pesawat Tengah Malam
-
5 Sepeda Listrik untuk Orang Gemuk, Nyaman dan Stabil Dipakai Harian
-
Nyaris Cerai, Inara Rusli Bongkar Alasan Bertahan Jadi Istri Kedua Insanul Fahmi
-
Review Film AIU-EO Macam Betool Aja: Komedi Romantis Khas Medan yang Penuh Tawa
-
Mobil Pribadi Nyangkut di Pembatas Beton, Layanan Transjakarta di Pulomas Bypass Terganggu