/
Senin, 03 April 2023 | 13:48 WIB
Rudal Korea Utara (ANTARA)

Suara Joglo - Dalam beberapa hari terakhir aktivitas di fasilitas nuklir Korea Utara (Korut) meningkat. Peningkatan aktivitas ini nampak dari gampar atau citra satelit.

Di sisi lain, peningkatan aktivitas ini terjadi setelah Rusia menggelar uji coba roket canggihnya beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut juga dilakukan di tengah kian sengitnya perang di Ukraina.

Kembali lagi ke Korea Utara. Negerinya Kim Jong Un itu dikabarkan tengah menggenjot produksi bahan nuklir tingkat senjata milik negara. Aktivitas itu nampak dari citra satelit sebuah organisasi di Amerika Serikat.

Hal itu berlangsung ketika pemimpin Kim Jong Un telah memerintahkan perluasan produksi bahan nuklir tingkat senjata milik negara itu.

Gambar yang diambil pada Maret itu menunjukkan bahwa penyelesaian reaktor air ringan (light water reactor) eksperimental di kompleks nuklir di Yongbyon sudah dekat, kata situs web 38 North, sebuah organisasi pemantau aktivitas Korea Utara yang berbasis di Washington, pada Sabtu.

Light water reactor menggunakan air sebagai metode pendingin dan moderator neutron yang mengurangi kecepatan neutron yang bergerak cepat.

Reaktor ini menghasilkan panas dengan fisi nuklir terkontrol. Ada beberapa bagian vital berbeda dari reaktor ini yang memungkinkan pembangkitan energi nuklir.

Pelepasan air juga telah "terdeteksi yang dapat dikaitkan dengan pengujian" sistem pendingin reaktor, kata organisasi 38 North yang juga menyebutkan bahwa langkah pelepasan air tersebut mengindikasikan perangkat (reaktor) tersebut "mendekati transisi ke status operasional."

Pada akhir Maret, Kantor Berita Korea Utara KCNA melaporkan bahwa Kim Jong Un mengatakan negaranya "harus terus berusaha untuk memperkuat kekuatan nuklirnya dengan mantap."

Baca Juga: "Kitsch" IVE Jadi Lagu Pertama di Tahun 2023 yang Raih Perfect All-Kill

Pyongyang telah meluncurkan serangkaian rudal balistik baru-baru ini, dan ada kekhawatiran yang meningkat bahwa Korea Utara mungkin sedang bersiap untuk melakukan uji coba nuklir ketujuh, yang pertama sejak September 2017.

Load More